"Ini membuat tim kami semakin yakin akan memenangkan kompetisi ini karena saat ini sudah mengantongi minimal 37% suara ketua DPD II sebagai pemegang hak suara," kata Ketua Pelaksana Tim Sukses Priyo Budi Santoso, Vasco Ruseimy, kepada wartawan usai pembukaan Munaslub Golkar di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Sabtu (14/5/2016).
Timses Priyo sendiri mendorong pemilihan caketum Golkar dilakukan lewat mekanisme voting tertutup. Mekanisme terbuka dinilai rawan intimidasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal bila dilakukan secara tertutup bisa saja pemilik suara melakukan hal yang pragmatis tapi tetap akan memilih tokoh yang mumpuni dan bersih," lanjutnya.
Pemukulan gong lima kali jadi penanda Jokowi membuka Munaslub Golkar. Dalam pidato politiknya, Jokowi mengklarifikasi soal manuver Wapres Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Luhut Pandjaitan jelang Munaslub Golkar.
"Saya ingin blak-blakan, karena banyak yang bertanya kepada saya, banyak yang komplain kepada saya, 'Pak Presiden, kenapa Menko Polhukam menelepon dan mengumpulkan DPD-DPD II'. Saya jawab, 'Pak Luhut itu kan dulu di Dewan Pertimbangan Golkar', kan nggak apa-apa," kata Jokowi di arena Munaslub Golkar, Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Sabtu (14/5/2016).
"Ada lagi yang bertanya kepada saya, komplain kepada saya, kenapa Pak Wapres mengumpulkan dan menelepon DPD-DPD Golkar. Jawaban saya sama, Pak JK kan dulu Ketum DPP Golkar, kan juga nggak apa-apa," ujar Jokowi. Tawa dan tepuk tangan kembali pecah.
Seolah ingin menegaskan sikapnya netral, Presiden melontarkan candaan seputar di mana posisi istana dan di mana posisi Presiden saat ini.
"Kalau saya ke daerah-daerah, tiap geser, ditanya, 'Pak, berarti Istana di mana?'. Pasti saya diem, terus saya jawab, Istana di mana, ya di Jalan Merdeka Utara," kata Jokowi.
"Yang jelas, kalau bertanya ke saya Jokowi ada di mana, sekarang ada di Munaslub Golkar," imbuhnya yang membuat tepuk tangan dan tawa kembali pecah," imbuh Jokowi.
(van/tor)











































