Jokowi Pukul Gong 5 Kali, Priyo Cs Sumringah

Munaslub Golkar 2016

Jokowi Pukul Gong 5 Kali, Priyo Cs Sumringah

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2016 21:13 WIB
Jokowi Pukul Gong 5 Kali, Priyo Cs Sumringah
Foto: Rengga Sancaya
Badung - Presiden Jokowi memukul gong sebanyak lima kali menandakan pembukaan Munaslub Golkar. Timses caketum nomor urut 5, Priyo Budi Santoso, semakin percaya diri.

"Ini membuat tim kami semakin yakin akan memenangkan kompetisi ini karena saat ini sudah mengantongi minimal 37% suara ketua DPD II sebagai pemegang hak suara," kata Ketua Pelaksana Tim Sukses Priyo Budi Santoso, Vasco Ruseimy, kepada wartawan usai pembukaan Munaslub Golkar di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Sabtu (14/5/2016).

Timses Priyo sendiri mendorong pemilihan caketum Golkar dilakukan lewat mekanisme voting tertutup. Mekanisme terbuka dinilai rawan intimidasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasalnya, pemilihan secara terbuka akan membuat para pelaku politik uang, terutama penerima uang akan dengan 'terpaksa' memilih pemberi uang," katanya.

"Padahal bila dilakukan secara tertutup bisa saja pemilik suara melakukan hal yang pragmatis tapi tetap akan memilih tokoh yang mumpuni dan bersih," lanjutnya.

Pemukulan gong lima kali jadi penanda Jokowi membuka Munaslub Golkar. Dalam pidato politiknya, Jokowi mengklarifikasi soal manuver Wapres Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Luhut Pandjaitan jelang Munaslub Golkar.

"Saya ingin blak-blakan, karena banyak yang bertanya kepada saya, banyak yang komplain kepada saya, 'Pak Presiden, kenapa Menko Polhukam menelepon dan mengumpulkan DPD-DPD II'. Saya jawab, 'Pak Luhut itu kan dulu di Dewan Pertimbangan Golkar', kan nggak apa-apa," kata Jokowi di arena Munaslub Golkar, Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Sabtu (14/5/2016).

"Ada lagi yang bertanya kepada saya, komplain kepada saya, kenapa Pak Wapres mengumpulkan dan menelepon DPD-DPD Golkar. Jawaban saya sama, Pak JK kan dulu Ketum DPP Golkar, kan juga nggak apa-apa," ujar Jokowi. Tawa dan tepuk tangan kembali pecah.

Seolah ingin menegaskan sikapnya netral, Presiden melontarkan candaan seputar di mana posisi istana dan di mana posisi Presiden saat ini.

"Kalau saya ke daerah-daerah, tiap geser, ditanya, 'Pak, berarti Istana di mana?'. Pasti saya diem, terus saya jawab, Istana di mana, ya di Jalan Merdeka Utara," kata Jokowi.

"Yang jelas, kalau bertanya ke saya Jokowi ada di mana, sekarang ada di Munaslub Golkar," imbuhnya yang membuat tepuk tangan dan tawa kembali pecah," imbuh Jokowi.

(van/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads