"Munas ini adalah konsep dan gagasan, konsep percepatan. Kalau kita hanya bertarung hanya pada siapa dan siapa, akan terjebak pada persoalan orang. Golkar ini memilih sistem, tidak bergantung pada siapapun, tapi pada kader di akar rumput. Sehingga gagasan lah yang harus dilihat dari munaslub," kata Dedi mengawali perbincangan soal Munaslub Golkar di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Sabtu (14/5/2016).
Dedi sudah memantau kampanye dan debat para caketum. Dia mengapresiasi 8 caketum Golkar yang punya niat membesarkan partai. Dedi akan berpihak pada caketum Golkar yang memiliki program spesifik untuk membesarkan partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapa caketum yang memiliki program itu?" tanya wartawan.
"Ada," jawab Dedi. "Di dalam hati saya," imbuhnya ketika dicecar sosok yang dimaksudnya.
Meski tak mau menjawab lugas soal caketum yang didukungnya, Dedi memberi kisi-kisi. Caketum yang didukungnya adalah yang memiliki kesamaan kultural.
"Secara prinsip, kita punya kohesi politik, itu bukan hanya didasarkan pada struktural komunikasi, tapi sosial dan kultur komunikasi," ujarnya.
Dari jawaban Dedi, bisa jadi bupati nyentrik penuh prestasi ini berpihak pada caketum yang sedaerah. Dari 8 caketum Golkar, Ade Komarudin merupakan caketum kelahiran Purwakarta. Benarkah Dedi mendukung Ade? (ear/tor)











































