Dari buku Tata tertib Munaslub yang didapat usai pramunas di BNDCC, Badung, Bali, Sabtu (14/5/2016), dijelaskan mengenai flow chart penjaringan, pencalonan, dan pemilihan Ketum Golkar 2016-2019.
Setelah penjaringan, bakal caketum harus mengikuti sosialisasi kampanye dan debat serta debat publik seperti yang sudah dilakukan oleh para caketum. Soal tidak melanggar kode etik juga menjadi salah satu syarat lulus tidaknya bakal calon untuk menjadi caketum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
a. Dewan Pimpinan Pusat 1 (satu) suara
b. Unsur Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar 1 (satu) suara
c. Unsur DPD Provinsi masing-masing 1 (satu) suara
d. Unsur DPD Kabupaten/Kota masing-masing 1 (satu) suara
e. Unsur Organisasi Sayap (PP AMPG dan PP KPPG) masing-masing 1 (satu) suara
f. Unsur Ormas Pendiri Partai Golkar (DEPINAS SOKSI, PPK Kosgoro 195z, DPP Ormas MGKR) masing-masing 1 (satu) suara
g. Unsur ormas yang didirikan Partai Golkar (DPP AMPI, DPP MDI, DPP HWK, DPP Alhidayah dan DPP Satkar Ulama) masing-masing 1 (satu) suara
Tata tertib ini belum final dan masih akan dilanjutkan dibahas dalam rapat-rapat usai munaslub dibuka. Penyelenggara meminta pandangan dari DPD tingkat I dan II. (ear/rvk)











































