Saat ini posisi Ketua Dewan Pertimbangan Golkar dijabat oleh Akbar Tandjung. Namun politikus senior Golkar ini agaknya bakal kehilangan posisi strategis itu di Munaslub mendatang. Hal ini menjadi menarik, mengingat kandidat penggantinya adalah Ketum Golkar Aburizal Bakrie yang selama ini selalu menunjuk Akbar jadi Ketua Wantim.
Sejumlah calon ketum memang sudah punya jagoan sendiri-sendiri untuk posisi ketua wantim. Tentu saja ini juga terkait dengan pemetaan kekuatan Aburizal Bakrie dan Akbar di Munaslub mendatang. Namun mayoritas caketum memang merayu Ical untuk posisi penting ini, salah satunya adalah caketum Mahyudin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang Mahyudin juga menyebut nama Akbar Tandjung, namun bahkan di belakang nama Agung Laksono. "Pak Agung, Bang Akbar, Pak Cicip, saya ajak bersama-sama membesarkan Golkar," kata Mahyudin.
Tawaran itu bukan hanya datang dari Mahyudin, kabarnya sejumlah caketum lain seperti Priyo Budi Santoso juga bakal memilih Ical menjadi caketum Golkar. Dan Ical ternyata juga memberikan sinyal bakal mau menempati posisi penting itu.
"Kita tidak akan duduk di eksekutif. Kita akan duduk di lembaga-lembaga yang kemudian akan memberikan masukan pada rekan-rekan yang lebih muda dari saya," kata Ical dari mimbar rapat pra-munaslub, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Sabtu (14/5/2016).
Ical menyatakan tak akan meninggalkan Golkar meski tak lagi menjadi Ketua Umum. Soalnya, Golkar butuh sosok senior seperti dirinya sendiri, dan juga tokoh-tokoh lain.
"Kami yang senior ini tidak akan meninggalkan Partai Golkar begitu saja. Mungkin yang muda lebih pintar, tapi untuk kebijaksanaan barangkali yang senior (punya) lebih," kata Ical yang disaksikan ratusan pengurus daerah dengan antusias.
Jika Ical benar-benar menempati posisi Ketua Wantim Golkar, ke mana Akbar Tandjung 'digeser'?
(van/bag)











































