Panitia Pastikan Munaslub Golkar Pakai Voting, Bukan Aklamasi

Panitia Pastikan Munaslub Golkar Pakai Voting, Bukan Aklamasi

Elza Astari Retaduari - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2016 14:19 WIB
Panitia Pastikan Munaslub Golkar Pakai Voting, Bukan Aklamasi
Suasana pramunaslub Golkar. Foto: Danu Damarjati/detikcom
badung - Caketum Partai Golkar Airlangga Hartarto khawatir akan adanya pengkondisian aklamasi di putaran pertama Munaslub. Panitia penyelenggara menjamin pelaksanaan munaslub dilakukan sesuai rencana, yakni melalui voting.

"Saya kira tidak perlu ada kekhawatiran seperti itu (ada aklamasi di putaran pertama)," ungkap Ketua Penyelenggara Munaslub Golkar Theo Sambuaga di lokasi Munaslub Golkar, BNDCC, Nusa Dua, Bali, Sabtu (14/5/2016).

Theo kembali memaparkan, pemilihan ketum Golkar pada Munaslub pertama akan dilakukan pemilihan dari 8 caketum yang ada. Itu untuk menentukan proses selanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langsung pemilihan umum secara bebas, voting rahasia dan tertutup. Dan itu dilakukan dengan memilih semua waketum yang ada," jelas Theo.

Menurutnya akan ada 560 peserta dari DPD I dan DPD II yang berhak memilih caketum. Jika ada satu caketum yang mendapat perolehan 30 persen suara, maka ia akan menang.

"Kalau ada yang memperoleh 30 persen lebih dari satu di-running pada pemilihan berikutnya (putaran kedua)," ucapnya.

Namun jika tidak ada satu pun caketum yang mendapat perolehan 30 persen suara, maka putaran kedua tetap dilakukan. Pesertanya adalah caketum yang mendapat suara terbesar urutan pertama, kedua, dan ketiga.

"Kalau tidak ada yang 30 persen dipilih lagi urutan satu, dua, tiga," kata Theo.

Sebelumnya Airlangga Hartarto menolak pemilihan Ketum Golkar dilakukan secara aklamasi. Musyawarah untuk mufakat disebutnya baru bisa dilakukan usai pemilihan putaran pertama.

"Sehingga tidak ada skenario aklamasi. Aklamasi dikatakan dalam AD/ART itu (bisa terjadi) apabila caketum mendapat suara 50 plus 1 di arena munas setelah voting," tutur Airlangga, Sabtu (14/5).

Di arena munaslub, mulai beredar kabar ada skenario pengkondisian untuk mengejar Golkar 1. Yakni saat DPD-DPD yang berwenang memberi suara menyampaikan pandangan umum, mereka akan menyebut nama atau menyatakan dukungannya kepada Caketum Setya Novanto.

"Jangan ada pemenangan dalam pandangan umum. Pandangan umum dijadikan forum aklamasi itu sama saja dengan mengulangi jilid lalu (Munas Bali yang memenangkan Ical secara aklamasi). Maka tatib jangan dibolak balik," tutup Airlangga. (elz/bag)


Berita Terkait