"Untuk putaran pertama saya optimistis (bisa masuk), ditambah putaran kedua lebih optimistis," ungkap Airlangga dalam jumpa pers di Hotel Ayodya, Nusa Dua, Bali, Sabtu (14/5/2016).
Kesepakatan Airlangga dengan Limpo, Mahyudin, dan Azis adalah dukungan terhadap calon yang bisa masuk dalam putaran kedua. Bukan terhadap dua caketum terkuat, dalam hal ini adalah Ade Komarudin dan Setya Novanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini kesepakatan tersebut baru ada pada 4 orang caketum ini. Airlangga menyebut hal tersebut karena ada kesamaan visi dan misi antara dirinya dengan Aziz, Mahyudin, dan Limpo.
"Komunikasi (dengan caketum lain) ada, tapi tentunya kita punya pertimbangan kesamaan visi. Sehingga didahulukan dalam bentuk pengertian bersama," tuturnya.
Apakah koalisi masih mungkin bertambah usai putaran pertama?
"(Kalau yang lain mau bergabung) masih dinamis dan fleksibel," jawab Airlangga.
"Kesepakatan untuk kebersamaan tapi persaingan fair akan berjalan terus. Semua tidak minta macam-macam, kita (berempat) sepakat mengawal munas ini," lanjut dia.
Pengawalan munas yang dimaksud Airlangga adalah agar pelaksanaan dapat berjalan dengan berkeadilan, kredibel dan tidak ada rekayasa. Juga agar pemilihan berlangsung dengan sistem voting dan secara tertutup.
"Saya adalah salah satu caketum dan saya akan maju terus hingga pemilihan nanti. Tidak ada kesepakatan di luar itu," tegas Airlangga.
Sementara itu Timses Airlangga, Melchias Mekeng yakin bahwa caketum yang dijagokannya akan berhasil melawati putaran pertama. Untuk koalisi dengan caketum lainnya, ia juga menjawab akan menunggu hingga hasil putaran utama selesai.
"Timses belum berpikir akan kalah, dan terus berpikir akan menang. Kami belum berpikir akan kalah. Kami berharap munaslub tidak anti klimaks. Kami sampai detik ini kami yakin akan menang," ujarnya di lokasi yang sama. (elz/bag)











































