Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio melihat Munaslub Golkar tak akan berakhir aklamasi. Sebab peta dukungan DPD I dan II sebagai pemilik suara di Golkar masih sangat cair.
"Munaslub Golkar kelihatannya akan dua. Sulit terjadi apabila mencermati peta kekuatan saat ini," kata Hendri kepada wartawan, Sabtu (14/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akom nampaknya lebih banyak didukung DPD II sementara Novanto mendapat dukungan mayoritas DPD I," kata Hendri.
Di saat dua nama caketum itu bersaing sengit bahkan saling serang dan saling melaporkan ke komite etik. Bisa muncul kandidat yang bisa menjadi kuda hitam. Apalagi setelah debat caketum Golkar, para pemilih mulai membaca kapasitas para caketum Golkar.
"Calon lain yang bisa menjadi kuda hitam adalah Priyo Budi Santoso yang terus gerilya ke DPD II dan Airlangga Hartarto yang didukung arus muda Golkar dan kubu Agung Laksono," pungkasnya.
Lalu apakah kuda hitam tersebut mampu berbuat banyak di Munaslub Golkar?
(van/jor)











































