Akom dan Novanto Bersaing Sengit, Priyo dan Airlangga Bisa Jadi Kuda Hitam

Jelang Munaslub Golkar

Akom dan Novanto Bersaing Sengit, Priyo dan Airlangga Bisa Jadi Kuda Hitam

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2016 08:13 WIB
Akom dan Novanto Bersaing Sengit, Priyo dan Airlangga Bisa Jadi Kuda Hitam
Foto: Foto: Grafis oleh Mindra Purnomo
Badung - Dua caketum Golkar Ade Komarudin dan Setya Novanto bersaing sengit dan terlibat saling serang. Situasi ini bisa memungkinkan caketum kuda hitam muncul membuat kejutan.

Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio melihat Munaslub Golkar tak akan berakhir aklamasi. Sebab peta dukungan DPD I dan II sebagai pemilik suara di Golkar masih sangat cair.

"Munaslub Golkar kelihatannya akan dua. Sulit terjadi apabila mencermati peta kekuatan saat ini," kata Hendri kepada wartawan, Sabtu (14/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hendri mencoba membaca peta dukungan jelang Munaslub Golkar. Untuk DPD I memang mayoritas disebutkan di kubu Setya Novanto. Namun untuk DPD II masih sangat cair, isu pengangkatan PLT baru sebagai bagian dari skenario pemenangan Novanto juga bakal meramaikan dinamika jelang pemilihan ketum Golkar yang bisa saja dipercepat Minggu (15/5) besok.

"Akom nampaknya lebih banyak didukung DPD II sementara Novanto mendapat dukungan mayoritas DPD I," kata Hendri.

Di saat dua nama caketum itu bersaing sengit bahkan saling serang dan saling melaporkan ke komite etik. Bisa muncul kandidat yang bisa menjadi kuda hitam. Apalagi setelah debat caketum Golkar, para pemilih mulai membaca kapasitas para caketum Golkar.

"Calon lain yang bisa menjadi kuda hitam adalah Priyo Budi Santoso yang terus gerilya ke DPD II dan Airlangga Hartarto yang didukung arus muda Golkar dan kubu Agung Laksono," pungkasnya.

Lalu apakah kuda hitam tersebut mampu berbuat banyak di Munaslub Golkar?

(van/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads