Komite Etik: Intelijen BIN Awasi Potensi Perlawanan Keputusan Munaslub

Komite Etik: Intelijen BIN Awasi Potensi Perlawanan Keputusan Munaslub

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2016 00:50 WIB
Komite Etik: Intelijen BIN Awasi Potensi Perlawanan Keputusan Munaslub
Debat caketum Golkar di Munas (Foto: Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta - Personel Badan Intelijen Negara (BIN) dinyatakan berkeliaran di arena Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Selain mengamati gerak senyap caketum dan pemilik suara, intelijen juga bertugas memonitor adanya potensi perlawanan atas keputusan Munaslub yang akan dihasilkan.

"Ya mereka ada di sini. Maksudnya memonitor kalau ada apapa, misalnya ada keputusan yang didiskualifikasi tentu ada perlawanan. Nah di situ kita sudah ada kerjasama untuk hal-hal seperti itu," tutur Wakil Ketua Komite Etik Lawrence Siburian di Bali Nusa Dua Convention Center yang akan jadi arena Munaslub, Jumat (13/5/2016) malam.

Kerjasama dilakukan dengan Badan Intelijen Negara (BIN). Tak main-main, nota kesepahaman kerjasama dijalin dengan Ketua BIN Sutiyoso secara langsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya langsung dengan Sutiyoso," kata Lawrence.

Ini adalah kali pertama Komite Etik bertugas menegakkan peraturan di Munaslub. Dalam rangka itulah, jalinan kerjasama dengan BIN dilakukan, termasuk juga dengan KPK.

"Ya pokoknya ada kerjasama. Dan mekanisme kerjanya kita juga ada," kata Lawrence.

Rencananya, Munaslub Partai Golkar akan dimulai pada Sabtu (14/5) ini. Presiden Jokowi akan hadir. Ada delapan calon ketua umum yang berlaga memperebutkan kursi pucuk pimpinan Golkar. Komite Etik Munaslub dibentuk untuk bekerja sedari 7 Mei sampai 17 Mei mendatang. (dnu/aws)


Berita Terkait