Caketum Golkar nomor urut 1 Ade Komarudin (Akom) memilih panelis Ichsanuddin Noorsy. Dari Ichsanuddin, Akom diminta menjelaskan permasalahan klasik yang terjadi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sejak zaman orde baru.
Akom juga diminta untuk menjelaskan konsepnya untuk memperbaiki persoalan klasik tersebut. "Pendidikan harus ada wajib belajar 12 tahun, minimal itu," kata Akom dalam sesi debat dalam sesi pemaparan visi misi di Singaraja Hall Tanjung Benoa Hall di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Jumat (13/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjawab pertanyaan itu, Akom mengatakan bahwa selama ini penempatan sekolah menengah kejuruan tidak memperhatikan kearifan lokal.
Semestinya kata Akom, penempatan SMK memperhatikan kearifan dan potensi daerah. "Misalnya kita bikin SMK Industri di Maluku, mestinya di Maluku ya SMK Perikanan," jawab Akom.
"Kita salah tidak melihat, harusnya sesuaikan dengan potensi kearifan lokalnya. Kalau kita mampu memetakan sesuai dengan daerah Saya yakin bisa terserap dengan baik," papar Akom.
(dnu/erd)











































