Perusahaan dan Keluarga 4 ABK: Semoga Tuhan Melindungi Pelaut Indonesia

Perusahaan dan Keluarga 4 ABK: Semoga Tuhan Melindungi Pelaut Indonesia

Rini Friastuti - detikNews
Jumat, 13 Mei 2016 17:32 WIB
Perusahaan dan Keluarga 4 ABK: Semoga Tuhan Melindungi Pelaut Indonesia
4 WNI Sandera Abu Sayyaf Tiba di Lanud Halim/ Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Pihak perusahaan dan keluarga mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga untuk pembebasan 4 ABK asal Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf selama 25 hari. Mereka berharap kejadian serupa tak akan menimpa seluruh pelaut Indonesia di kemudian hari.

"Kami berharap di kemudian hari tidak ada kejadian serupa di perusahaan pelayaran nasional dan Tuhan melindungi seluruh pelaut Indonesia di manapun mereka berlayar,"  ujar Riswandi, perwakilan perusahaan PT Global Trans Energy di gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, (13/5/2016).

Mereka juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pembebasan 4 ABK ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Izinkan kami mengucapkan terima kasih pada pemerintah dalam hal ini Presiden, Menlu, Panglima TNI dan seluruh pihak yang berupaya dalam pembebasan anak buah kami,"  kata Riswandi.

Perwakilan keluarga yang diwakili oleh Istri Loren Marinus Petrus Rumawi juga memberikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah berupaya dalam pembebasan anggota keluarga mereka.

"Saya mewakili 4 keluarga kru, kami mengucapkan terima kasih dan bantuan dalam melakukan pembebasan yang dialami suami, anak saudara yang mengalami penyanderaan. Harapan kami semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas segala jerih payah dan bantuan yang telah diberikan. Semoga diberi karunia dan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa," kata dia.

Keempat ABK ini disandera selama 25 hari oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina pada April 2016. Selama itu pula mereka diikat satu sama lain dan dibawa berpindah-pindah tempat.

Selama disandera, keempatnya mendapatkan perlakuan tak menyenangkan berupa kekerasan fisik. Mereka juga diancam dengan memperlihatkan rekaman video sadis dengan maksud agar pemerintah Indonesia bersedia memberikan uang tebusan untuk keempat sandera ini. (rii/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini