Soal Munaslub Golkar, JK Bantah Ada Pertarungan dengan Luhut

Soal Munaslub Golkar, JK Bantah Ada Pertarungan dengan Luhut

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 13 Mei 2016 15:09 WIB
Soal Munaslub Golkar, JK Bantah Ada Pertarungan dengan Luhut
Foto: Muhammad Taufiqqurachman/detikcom
Jakarta - Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menyebut Wapres Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Luhut Pandjaitan punya jagoan masing-masing di Munaslub Golkar. JK menepis ada pertarungan dengan Luhut di forum tertinggi Golkar itu.

"Tidak ada poros Golkar, karena banyak calon. Kalau dua calon mungkin ada poros, tapi kalau ini 8 calon. Bagaimana caranya?" kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2016).

Pada Munaslub Golkar 14-16 Mei mendatang, akan ada 8 calon ketum yang berlomba menduduki kursi Gokar-1. Sebagai mantan ketua umum Golkar, JK mengakui ikut sumbang pikiran untuk memajukan Golkar ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya juga tentu mempunyai pikiran-pikiran termasuk bahwa harus dipimpin oleh ketua yang baik dan dapat membesarkan Golkar. Saya tentu punya penilaian-penilaian tersendiri. Tentu yang lain juga punya penilaian, itu saja," terangnya.

Soal kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pembukaan munaslub Golkar, JK mengatakan bahwa setiap partai perlu ada pengakuan dari pemerintah dan kehadiran Jokowi adalah simbol pengakuan itu.

"Bahwa munas itu diakui oleh pemerintah. Dan itu semua partai-partai menginginkan seperti itu, karena juga, di samping itu, pemerintah juga butuh suatu dukungan partai-partai, jadi dua-duanya penting," terangnya.

"Pemerintah juga ingin selalu punya hubungan baik dengan partai-partai yang ada, agar hubungan pemerintah dengan DPR berjalan baik," kata JK.

Luhut diisukan mendukung caketum Golkar yaitu Setya Novanto. Luhut menepis isu itu. Namun, dia mengatakan, kalau dia mendukung Novanto, maka itu haknya sebagai kader Golkar, dan dia tidak membawa-bawa nama Pemerintah.

"Kalau saya dukung dia (Novanto), kan sebagai anggota Golkar, kan hak prerogatif saya, (tapi itu) kalau," ungkap Luhut.

"Ya kalau saya suka ke Novanto kan boleh aja, salah? Kan gak salah," tambahnya kemudian.

Lain dengan Luhut, JK tidak pernah memberikan pernyataan langsung soal dukungannya kepada salah satu kandidat. Namun, JK disebut mendukung Ade Komarudin.Β  Ade pernah menemui JK dan meminta restu. Mereka berdiskusi soal masa depan Golkar hingga sejumlah kebijakan pemerintah. Akom yang merupakan Ketua DPR ini mendapat sambutan hangat dari JK.

Biasanya, ketika menerima tamu di kantornya, JK sangat jarang mengantarkan tamunya untuk pulang kecuali tamu tersebut adalah tamu negara. Tapi, kala itu tangan kanan JK berada di pundak Ade Komarudin sambil berjalan keluar dan tertawa bersama-sama. (fiq/tor)


Berita Terkait