Warga Dirikan Tenda Tuntut Mundur Bupati Morowali
Sabtu, 19 Mar 2005 00:12 WIB
Palu - Aksi demo menuntut agar Bupati Morowali Andi Muhammad mundur dari jabatannya makin merebak. Sekitar 100 orang warga Morowali, Sulawesi Tengah, mendirikan tenda dan membakar puluhan lilin dalam aksi yang mereka namakan "Kematian Demokrasi".Warga Morolwali yang malam ini, Jumat (18/3/2005), mendirikan tenda terdiri dari pegawai negeri, petani serta mahasiswa di halaman kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jl Sam Ratulangi, Palu Timur. Intinya mereka meminta agar Bupati Morowali Andi Muhammad untuk mundur dari jabatannya. Alasannya adalah bahwa Andi melanggar UU NO 51 tahun 1999 tentang pemekaran wilayah Morowali dari kabupaten Poso. Dalam UU itu disebutkan bahwa ibukota kabupaten Morolwali harusnya berada di kota Bungku. Sampai saat ini ibukota kabupaten ternyata masih tetap berada di Kolonedale, Morowali. Alasan yang memperkuat warga untuk menurunkan Andi karena sering berada di rumah pribadinya di Bambu Apus, Jakarta Timur, daripada berada di Morolwali.Warga juga menolak pemberlakuan jam dinas kerja untuk urusan pemerintahan yang dimulai dari pukul 18.00 sampai pukul 03.00 setiap harinya. Sampai saat ini sudah 11 surat teguran yang dikirim dari Kantor Gubernur Sulawesi Tengah kepada Andi Muhammad terkait dengan pemindahan ibukota kabupaten dan laporan masyarakat tentang jam dinas malam serta seringnya bupati berada di luar daerahnya.Menurut Ardan salah seorang pengunjuk rasa mengatakan mereka akan terus mendirikan tenda sampai gubernur mengeluarkan keputusan pemberhentian terhadap Andi Muhammad.
(ism/)











































