Oesman bertemu dengan anggota DPRD di ruang Paripurna DPRD Kapuas Hulu, Kamis (12/5/2016). Pertemuan ini juga dihadiri kepala desa, camat se-kapuas Hulu, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pelajar serta mahasiswa.
"Di Kapuas Hulu ini ada satu desa yang enggak ada listriknya sama sekali, kita gelap-gelapan," kata perwakilan masyarakat kepada Oesman (Oso).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa masalah lain juga disampaikan diantaranya pembangunan di wilayah perbatasan. Mereka juga mengeluhkan, minimnya akses jalan di wilayah perbatasan ini.
"Pemerintahan kita sudah merencanakan untuk membangun infrastruktur, infrastruktur laut, darat dan nanti kita akan bangun jalan perbatasan. Kita akan bangun wilayah perbatasan," ujar Oso.
Sebelumnya, Oso sempat mengunjungi RSUD dr Achmad Diponegoro di Kabupaten Kapuas Hulu. Di sana, Oso menilai perlu ada peningkatan dalam pelayanan rumah sakit.
Menanggapi penilaian tersebut, Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir juga menyampaikan 'curhatannya'. Dia menyebut, wilayahnya masih kekurangan tenaga ahli.
"Tahun 2015, Menkes juga sudah lihat secara langsung terutama pembangunan RS yang pada saat ini kita masih tipe C. Bangunan ini menggunakan kayu, dengan usia yang cukup panjang, pemerintah harus perhatikan. Kalau pemda dilihat dari APBD ini agak sulit, kalau membangun secara total. Mudah-mudahan bisa dapat anggaran dari pusat," papar Nasir.
"Hal yang jadi dilema dimana kita kekurangan PNS, sementara yang berwenang angkat PNS hanya pusat. Daerah hanya usulkan formasi yang dibutuhkan," imbuh dia.
Nasir berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan pembangunan di Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut. Untuk pembangunan RSUD, dia mengaku sudah menyiapkan lahan.
"Lokasi RS oleh Pemda sudah siapkan 3,5 hektare. Untuk gambar dan sebagainya sudah kita siapkan dan sudah diusulkan ke pemerintah pusat," ujar dia.
Dia juga menyebut Kapuas Hulu kekurangan tenaga dalam bidang pendidikan. Beberapa guru,sambung Nasir, sudah memasuki masa pensiun.
"Tahun 2015 untuk guru berdasarkan data 500 guru ini sudah pensiun. Kondisi ini kita kurang, kurang tenaga medis dan tenaga pengajar.Β Kalau kurang guru dan akan berdampak pada pendidikan," tanda Nasir. (imk/imk)










































