Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Emmy Irianingsih, menjelaskan SMAN 3 menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS) dengan pola discontinue yang artinya mata pelajaran disetting on atau off pada semester tertentu. Sistem ini dilaksanakan sejak 2012.
Pola SKS tersebut yaitu dibuat empat seri yang dikembangkan untuk 5 atau 6 semester, sehingga mata pelajarannya dibagi. Jika dalam satu semester tidak ada mata pelajaran misalnya Kimia, maka statusnya off.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Emmy, nilai yang kosong di PPDS online adalah mata pelajaran yang statusnya off. "Yang off itu (yang kosong), karena memang tidak ditempuh misal kimia di semester 3. Karena off mata pelajaran tidak muncul di tiap semester," pungkas Emmy.
Jawaban ini merespons tudingan bahwa tidak lolosnya siswa SMAN 3 terkait dengan kekosongan nilai di Pangkalan Data Sekolah & Siswa (PDSS) online. Baca: Panitia SNMPTN 2016: Ada Nilai Tak Terisi dalamDatabase SMAN 3 Semarang
Pola yang sama juga diterapkan di kelas IPS yang ternyata tidak mengalami masalah dalam SNMPTN. Menurutnya perbedaan itu terjadi karena peminatan jurusan kuliahnya yang berbeda antara IPA dan IPS.
"Sama semua angkatan. Kalau bicara SNMPTN, IPS kan peminatannya beda," terang Emmy.
Sementara itu kelas IPA akselerasi juga tidak ada masalah dengan SNMPTN. Hal itu karena kelas akselerasi tidak menerapkan SKS karena lama pendidikan yang ditempuh lebih cepat dari kelas lainnya.
"Akselerasi tidak menggunakan SKS karena hanya 2 tahun," ujarnya.
Pihak sekolah, lanjut Emmy, juga punya kewajiban mengentrikan data ke PDSS online. Input data sudah dilakukan sejak siswa masih di semester pertama. Setelahnya keputusan ada pada siswa apakah kan mengikuti SNMPTN atau tidak.
"Sekolahan punya kewajiban mengentrikan. Untuk mau ikut atau tidak (SNMPTN) terserah. jadi siswa finalisasi," tutupnya. (alg/try)










































