Juru Bicara Presiden Johan Budi SP mengatakan, Presiden Jokowi tidak ada 'menjagokan' salah satu calon ketua umum dalam Munaslub tersebut. Dia juga menegaskan, soal dukungan konkret dari Golkar ke pemerintah, harus dilihat dulu bagaimana perjalanannya.
"Kalau soal dukungan konkret itu kan harus dilihat perjalanannya. Nanti tidak bisa kita tidak tahu maksudnya Presiden, kan tidak tahu apakah nanti statement yang ngomong dukung pemerintahan itu kan dari pihak siapapun itu, nanti harus dilihat dulu ke depannya itu hukumnya seperti apa dalam pemerintahan. Yang kedua perlu diulang lagi bahwa Presiden tidak favorit atau tidak mendukung khusus salah satu calon ketua umum," kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme yang ada di Golkar. Tentu Presiden sebagai kepala pemerintahan ingin melihat partai-partai yang juga baik tidak hanya Golkar tapi juga partai-partai yang lain, sehingga munas ini dianggap sebagai penyelesaian dari persoalan yang kemarin terjadi di internal Golkar sendiri," jelas Johan.
Johan pun mengatakan, Jokowi berpesan semoga Munaslub tersebut berhasil dengan baik. Lalu, apa indikator hasil yang baik itu menurut Presiden?
"Terpilih calon ketua umum yang baru kemudian Golkar bisa berjalan seperti biasa. Kalau soal bekerja sama itu ada di pihak di sana. Apakah mendukung pemerintah atau tidak bukan Presiden yang mutusin," kata Johan.
"Pemerintah terbuka kepada partai mana pun, tidak hanya kepada Golkar. Juga menghormati putusan partai yang berada di luar pemerintahan. itu dihormati juga," tambahnya.
Sementara itu, terkait dengan kehadiran Jokowi di Munaslub tersebut, Johan mengatakan akan hadir. Namun dia menegaskan, waktu kehadirannya itu bukan atas permintaan Presiden Jokowi, namun sesuai dengan masukan yang disampaikan oleh Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (ARB) saat menyampaikan undangan.
"Tadi Pak ARB memang mengundang Pak Presiden hadir di undangan Munas. Tadi disampaikan Presiden bahwa yang mengatur waktu itu bukan Presiden yang mutusin waktu ini. Tapi atas permintaan Golkar yang tadi diwakili oleh Pak ARB. Kalau memang hadiri itu kemudian ya memang hari Sabtu (14/5) malam dan Presiden berniat akan hadir," jelas Johan Budi. (jor/hri)











































