"Dia tidak spesialisasi perempuan. Semua yang ada kans jadi korban, dia lakukan. (Mereka) beroperasi bisa sore, malam, dini hari. Bisa juga pagi dan siang," ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Agung Budijono kepada wartawan di kantornya di Jl. Matraman Raya, Jatinegara, Kamis (12/5/2016).
Agung melanjutkan, berdasarkan pengakuan, para pelaku sudah menjalankan aksinya sebanyak 8 kali. Mereka beroperasi menggunakan mikrolet M 06 A jurusan Jatinegara - Gandaria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
senjata Black Opal dkk |
Ketiga pelaku ini bernama Syamsul Hidayat, Tomy Suhandi Sihombing alias Black Opal dan Iwan Gunawan alias Iwan Maling yang merupakan residivis. Modus operandi para pelaku adalah berpura-pura menjadi sopir dan penumpang.
Setelah mendapatkan korban, Black Opal dkk membawa ke dalam tol. Di sanalah mereka menjalankan aksi pemerasan dengan senjata tajam.
"Ketiga pelaku awalnya berkumpul di Pasar Rebo untuk merencanakan pencurian dengan kekerasan dalam angkot. Kemudian pelaku mencari korban di Stasiun Jatinegara," ucap Agung.
Setelah mendapatkan korban, lanjut Agung, para pelaku menuju Tol Jagorawi. Masuk ke dalam tol, mereka menutup pintu dan mematikan lampu dalam angkot.
Iwan Gunawan berperan sebagai orang pertama yang mengintimidasi korban. Di tangannya ada sebilah sabit yang digunakan mengancam korban untuk menyerahkan barang berharga. Aksi tersebut didukung oleh Syamsul Hidayat yang juga menodongkan pisau badik ke arah korban.
Sementara Tomy Suhadi Sihombing alias Black Opal menyetir mobil mikrolet M 06 A di Tol Jagorawi menuju daerah Cibubur. Ketika mereka sudah mendapatkan barang berharga, mereka menurunkan korban di dalam tol.
Kanit Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Nasriadi mengatakan, pelaku juga menggunakan mobil mikrolet yang berbeda-beda. Hal ini untuk menghindari pengenalan aksi pelaku. Pelaku juga pernah memukuli korban di dalam angkot.
Mikrolet yang dipakai Black Opal dkk |
Aksi mereka dihentikan polisi. Pada Kamis (12/5) dini hari polisi menangkap mereka. Polisi menembak kaki dua pelaku karena berusaha melarikan diri.
"Mobilnya beda-beda untuk menghindari pengenalan nopol. Yang ini asli, yang lain palsu. Semalam mereka mau main lagi di tol kita hajar di Cawang," ujar Nasriadi. (rvk/rvk)












































senjata Black Opal dkk
Mikrolet yang dipakai Black Opal dkk