Ubah Jadwal Munaslub, Golkar Sudah Komunikasi dengan Presiden Jokowi

Ubah Jadwal Munaslub, Golkar Sudah Komunikasi dengan Presiden Jokowi

Erwin Dariyanto - detikNews
Kamis, 12 Mei 2016 12:04 WIB
Ubah Jadwal Munaslub, Golkar Sudah Komunikasi dengan Presiden Jokowi
Foto: Kampanye dan debat caketum jelang Munaslub Golkar, Rabu (11/5/2016) kemarin. (Rois Jajeli/detikcom)
Jakarta - Partai Golongan Karya mengubah jadwal pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa di Nusa Dua, Bali, untuk ketiga kalinya. Awalnya Munaslub dilaksanakan tanggal 23-25 Mei ini, namun diubah menjadi 15-16 Mei karena menyesuaikan dengan jadwal Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kini Munaslub Golkar kembali mengalami perubahan jadwal. Acara pembukaan yang sedianya digelar Minggu (15/5) pagi, dipercepat menjadi Sabtu (14/5) malam.
Β 
Koordinator Bidang Hubungan Masyarakat Munaslub Golkar Meutya Hafid mengatakan perubahan jadwal pembukaan ini sudah dikomunikasikan dengan pihak Istana. "Panitia sudah berkonsultasi dengan Presiden dan kebetulan jadwal (pembukaan) sesuai jadwal Presiden," kata Meutya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Menurut Meutya perubahan jadwal pembukaan ini hanya soal teknis, bukan intervensi dari pihak Istana. Pembukaan Munaslub yang awalnya direncanakan Minggu (15/5/2016) pukul 09.00 Wita dinilai terlalu pagi. Belum lagi karena dihadiri Presiden, lokasi acara harus steril satu jam sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi (perubahan jadwal) hanya masalah teknis, tak ada intervensi. Kami ingin munaslub ini meriah jadi lebih mudah kalau (pembukaan) dilaksanakan malam," kata Meutya yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu.

Perubahan jadwal ini, kata Meutya, tak akan berpengaruh banyak terhadap jalannya setiap tahapan Munaslub. Sabtu malam hanya akan ada acara pembukaan munaslub oleh Presiden Joko Widodo. Setelah itu paripurna dan rapat komisi tetap akan dilaksanakan pada hari Minggu berikutnya.

Pemilihan ketua umum Golkar periode 2016-2019 tetap dijadwalkan akan digelar pada Senin, 16 Mei 2016. Namun semua jadwal ini sifatnya masih dinamis. "Pemilihan ketua umum tergantung dinamika," kata Meutya. (erd/nrl)


Berita Terkait