Priyo membuka pidato kampanyenya dengan menyapa langsung para pemilik suara, yaitu pengurus DPD I dan DPD II Golkar. Priyo mengingatkan soal pentingnya Munaslub Golkar 2016 ini untuk masa depan Golkar.
"Munaslub yang kita selenggarakan sekarang ini adalah pertaruhan kita, apakah kita akan memilih munaslub sebagai ajang untuk menyatukan Golkar menuju kejayaan, atau sebaliknya, itu berpulang pada kalian," ujar Priyo di arena kampanye di Tunjungan Hall, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/5/2016).
![]() |
Priyo mengingatkan agar para pemilik suara memilih caketum yang dinilai bisa membawa kejayaan bagi Golkar. Mantan Wakil Ketua DPR ini berharap agar para pemilik suara tak tergoda tawaran yang bisa membuat para pemilik suara mengesampingkan masa depan Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menyerahkan sepenuhnya masa depan Golkar di kita semua. Di pundak para ketua-ketua partai dari provinsi, dari kabupaten. Pilihlah nakhoda yang bisa membawa Golkar berjaya," imbuh caketum nomor urut 5 ini.
Caketum nomor urut 6, Aziz Syamsuddin, yang bicara setelah Priyo, fokus soal pendidikan kader Golkar. Aziz ingin partainya siap menghadapi berbagai kontestasi politik.
"Saya niatkan majunya saya sebagai calon ketum untuk memenangkan Partai Golkar di seluruh kontestasi politik. Saya niatkan untuk menjadikan Golkar bermartabat, modern, dan misi saya untuk melakukan pendidikan bagi kader," kata Aziz.
Aziz akan fokus pada peningkatan sumber daya manusia di Golkar. Kader-kader akan diberi pendidikan politik yang cukup. Lalu, akan diutamakan untuk maju di pilkada.
"Dalam pilkada mendatang, saya akan dorong dan dukung dari kader internal untuk mengikuti kontestasi pilkada. Apakah gubernur, bupati atau wali kota," ujar caketum nomor urut 6 ini.
Aziz mengatakan akan mempersiapkan kader Golkar untuk memenangkan seluruh kontestasi pilkada. Dengan SDM yang mumpuni, dia meyakini Golkar bisa menang di Pilkada Serentak 2017, 2018, dan Pemilu 2019. (tor/van)











































