Penjelasan Disdik Jateng soal SKS dan 'Musibah' SMAN 3 Semarang Terkait SNMPTN

Penjelasan Disdik Jateng soal SKS dan 'Musibah' SMAN 3 Semarang Terkait SNMPTN

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 11 Mei 2016 18:59 WIB
Penjelasan Disdik Jateng soal SKS dan Musibah SMAN 3 Semarang Terkait SNMPTN
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Setidaknya ada 9 sekolahan di Jawa Tengah yang menggunakan sistem kredit semester (SKS), meski demikian tidak ada yang sampai mengalami "musibah" ratusan murid tidak lolos SNMPTN seperti yang dialami SMAN 3 Semarang.

Kasi Kurikulum Dikmen Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Bambang Supriono mengatakan SKS sudah diterapkan di sejumlah sekolah sejak tahun 2011 dan hingga saat ini sudah ada 9 sekolahan yang memakainya yaitu SMAN 1 Kudus, SMAN 3 Semarang, SMAN 1 Pati, SMAN 1 Salatiga, SMAN 1 Kebumen, SMAN 1 Wonosobo, SMA Karangturi Semarang, SMAN Takasus Wonosobo, dan SMAN 3 Purwokerto.

"Sudah sejak tahun ajaran 2011. Masih tahap rintisan. Yang mengalami seperti itu hanya SMAN 3 Semarang," kata

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun-tahun sebelumnya, input Pangkalan Data Sekolah & Siswa (PDSS) online menggunakan sistem reguler. Namun tahun ini, lanjut Bambang, diberikan dua opsi kepada sekolahan, akan menggunakan sistem reguler atau sistem baru.

"Sistem baru, jadi misalkan ada kelas A sampai F, kemudian kelas A, B, C, dan D ada pelajaran Kimia semester ini, kemudian kelas E dan F tidak ada, kemungkinan semester berikutnya kelas E dan F yang ada Kimia. Nah, yang jadi masalah kalau pembagiannya (reguler dan baru) sama," terang Bambang.

Sistem baru itu digunakan oleh SMAN 3 Semarang yang merasa sudah siap, sedangkan sekolah lainnya yang menerapkan SKS masih masukkan data dengan sistem lama.

"Yang lain-lain misalnya di Wonosobo kami cek masih menggunakan sistem lama karena merasa belum siap dengan yang baru. Sepertinya yang menggunakan sistem baru hanya SMAN 3 Semarang," ujarnya.

Menurut Bambang, sebenarnya sistem SKS yang diterapkan tidak ada masalah. Jika kesalahan ada pada personal sekolahnya, lanjut Bambang, buktinya siswa IPS di SMAN 3 Semarang bisa lolos SNMPTN. Jika yang salah sistemnya, ternyata sekolah lain tidak ada masalah.

"Saya juga bingung, kalau sistemnya ternyata di sekoah lain tidak ada masalah, kalau personal, ternyata yang IPS masuk (SNMPTN)," tandasnya.

Oleh sebab itu memang perlu dicari secara seksama apa penyebabnya hingga 380 siswa IPA reguler SMAN 3 Semarang tidak lolos SNMPTN. Bambang menambahkan pihaknya juga turut mencari informasi membantu pihak seolah yang saat ini berusaha menemui ketua Panitia SNMPTN.

"Kita hati-hati cari informasi termasuk kronologi sejelasnya agar informasi ini sama," kata Bambang.

Sementara itu menurut panitia SNMPTN, ada nilai yang tak terisi dalam database online sekolah favorit yang menerapkan sistem SKS itu. (alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads