Netralitas Komite Etik Munaslub Golkar Dipertanyakan

Jelang Munaslub Golkar

Netralitas Komite Etik Munaslub Golkar Dipertanyakan

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 11 Mei 2016 17:09 WIB
Netralitas Komite Etik Munaslub Golkar Dipertanyakan
Foto: Foto: Grafis oleh Mindra Purnomo
Jakarta - Komite Etik dibentuk menjelang Munaslub Golkar dengan tujuan mengawal rekonsiliasi Golkar yang fair, bersih, dan bebas permainan money politics. Lalu apakah sejauh ini komite etik netral berdiri di tengah?

Pertanyaan besar ini muncul seiring semakin panasnya suhu politik menjelang Munaslub Golkar. Sejumlah timses caketum mulai mempersoalkan netralitas Komite Etik Golkar, terutama menyangkut penghakiman terhadap ada atau tidaknya pelanggaran terhadap manuver para caketum menjelang munaslub.

"Komite Etik tidak mengerti aturan yang ditetapkan oleh panitia pengarah. Di bab X pasal 10 jelas mengatakan bahwa larangan untuk bertemu pemilik suara juga berlaku bagi tim sukses. Pertemuan di Ritz-Carlton dan turnamen golf yang dihadiri tim sukses caketum jelas melanggar aturan etik. Bagaimana seorang Fadel Muhammad dan Lawrence Siburian sebagai Komite Etik tidak tahu aturan terkait larangan itu," protes tim sukses caketum Golkar Ade Komarudin, Bambang Soesatyo, dalam siaran pers, Rabu (11/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sedangkan pertemuan yang tidak disengaja di hotel Gran Melia dianggap melanggar aturan, sementara pertemuan yang sudah direncanakan seperti pertemuan Ritz Carlton dan turnamen golf dianggap tidak melanggar. Ada apa dengan komite etik?" tanya Bambang.

Pernyataan itu disampaikan Bambang setelah Komite Etik mengungkapkan telah menangkap basah pertemuan Ade Komarudin dengan pemilik suara. Meski tidak ditemukan adanya transaksi, Komite Etik memproses pertemuan itu dan akan menggelar sidang Kamis besok. Merasa diperlakukan tidak adil, kubu Akom melawan, mereka siap membawa persoalan ini ke penegak hukum.

"Kalau ada pihak yang menuding ada suap tanpa bukti. Saat ini juga akan kami laporkan ke penegak hukum, termasuk tim etik," ungkap Bendum Golkar ini.

Wajar kubu Akom kecewa, pasalnya perlakuan berbeda dilakukan Komite Etik kepada kubu Setya Novanto.Β  Pertemuan pengurus daerah di Hotel Ritz-Carlton yang dihadiri juga oleh sejumlah tim sukses Setya Novanto tidak dianggap sebagai pelanggaran.

"Yang di Ritz-Carlton tim suksesnya. Yang dilarang itu caketumnya, panitia penyelenggara dan peserta," kata Wakil Ketua Komite Etik Munaslub Golkar Lawrence Siburian saat dihubungi, Rabu (11/5/2016).

Pertemuan di Ritz-Carlton itu berlangsung pada Senin (9/5) lalu. Menurut Lawrence, tim sukses dibebaskan berinteraksi dengan pengurus daerah yang merupakan pemilik suara.Β  "Kalau timsesnya tidak diatur, dia boleh melobi siapa ajak siapa dia boleh," ungkapnya.

Lalu apa gerangan yang bakal diputuskan sidang Komite Etik Munaslub Golkar pada Kamis besok? Apakah sikap tak seimbang Komite Etik akan berujung ke gugatan ke penegak hukum? (van/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads