"Saya kira ada banyak hal yang jauh lebih susah daripada itu. Itu lebih banyak gosipnya daripada substansinya," kata Yusril di kantor DPP PDIP Jl Diponegoro, Jakarta, Rabu (11/5/2016).
Yusril mengikuti fit and proper test untuk Pilgub 2017 di PDIP sejak pukul 09.00 WIB hingga keluar sekitar pukul 16.15 WIB. Rangkaian tes itu adalah psikotes hingga wawancara dengan DPP PDIP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasnaeni ikut fit and proper test PDIP (Ari Saputra/detikcom) |
Sementara itu, peserta tes lainnya Hasnaeni Moein atau 'Wanita Emas', menilai iuran Rp 5 juta yang ditetapkan PDIP untuk biaya psikotes adalah hal yang wajar. Dia tak merasa keberatan.
"Tidak keberatan, itu wajar saja. Itu sumbangan psikotes, bukan diambil untuk partai," ujar Hasnaeni.
Sebagaimana diketahui, ada 34 peserta bakal cagub/cawagub DKI dari PDIP yang mendaftar. Namun ada dua peserta mengundurkan diri sehingga tersisa 32. Dari 32 nama itu, 2 peserta merupakan kader PDIP, Djarot Saeful Hidayat dan Boy Sadikin.
Nantinya DPP PDIP akan menentukan 5 nama dari 32 peserta yang mendaftar. Namun perlu diketahui, selain jalur fit and proper test, penjaringan bakal cagub/cawagub DKI PDIP juga dilakukan dengan menjaring kader PDIP yang jadi kepala daerah. (bal/tor)











































Hasnaeni ikut fit and proper test PDIP (Ari Saputra/detikcom)