'Permainan Kotor' Hantui Munaslub Golkar

Jelang Munaslub Golkar

'Permainan Kotor' Hantui Munaslub Golkar

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 11 Mei 2016 15:53 WIB
Permainan Kotor Hantui Munaslub Golkar
Foto: Foto: Grafis oleh Mindra Purnomo
Jakarta - Munaslub Golkar tinggal menghitung hari. Semakin mendekati hari-H, suhu politik semakin memanas. Isu adanya 'permainan kotor' membuat suasana semakin dinamis, tapi siapa sebenarnya yang bermain kotor?

Tim pemenangan Ade Komarudin (Akom) yang mengungkap adanya permainan kotor menjelang Munaslub Golkar. Tim Akom menyoroti banyaknya pengurus daerah yang dipecat menjelang Munaslub Golkar. Mereka lalu diganti dengan pelaksana tugas (plt) yang diarahkan mendukung caketum tertentu.

"Banyak yang protes, banyak ketua DPD II yang tidak dukung calon tertentu lalu diganti. Lalu dipilihlah Plt yang mendukung calon tertentu. Ada permainan kotor! Ini bisa dirusak orang dalam sendiri," kata tim pemenangan Akom, Firman Soebagyo saat dihubungi, Rabu (11/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penunjukan plt ini mencapai jumlah lebih dari 100. Di antaranya di wilayah Sulawesi Tengah dan Jawa Timur. Firman mendapat informasi bahwa plt yang baru diarahkan mendukung caketum nomor dua.

"Yang saya dengar, diarahkan untuk mendukung SN (Setya Novanto)," ujar Firman.

Modus ini dianggap bisa merusak pelaksanaan Munaslub. Bisa saja hasilnya nanti diprotes dan justru menimbulkan riak-riak perpecahan baru. Bukan tak mungkin pelaksanaan Munaslub bisa gagal total dan berakhir dengan perpecahan.

"Semua harus siap menang dan menang kalah, jangan dengan cara akal-akalan," ingat Firman.

Merasa diserang secara vulgar, timses Setya Novanto pun melontarkan bantahan. Kubu Setya Novanto membantah para pelaksana tugas (plt) diarahkan untuk memilih calon nomor urut 2 itu.

"Itu tidak benar. Mana bisa Novanto instruksikan ganti pengurus," kata tim pemenangan Novanto, Roem Kono dalam perbincangan, Rabu (11/5/2016).

Roem menegaskan bahwa Novanto bersaing di Munaslub sesuai dengan peraturan. Dengan demikian, tidak mungkin mantan Ketua DPR itu melakukan praktik kecurangan. "Dia menganut fairplay, sangat demokratis," ujar Ketua MKGR ini.

Rumor adanya permainan kotor jelang Munaslub Golkar memang santer terdengar apalagi para caketum, utamanya Novanto dan Akom memang terlibat banyak saling serang.

Lalu apakah para caketum Golkar akan menghalalkan segala cara untuk menang di Munaslub, apakah Munaslub Golkar yang sudah sangat panas ini benar-benar akan mengantar rekonsiliasi Golkar?

(van/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads