"DPP akan menugaskan tim kecil, nanti dari 34 yang dilakukan assessment ini akan disaring jadi sekitar 5 (peserta)," ucap ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Bambang DH di kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta, Rabu (10/5/2016).
Namun dari 34 yang mendaftar, ada 2 peserta yang mengundurkan diri. Salah satunya karena menolak membayar biaya administrasi Rp 5 juta untuk keperluan tes. Soal yang mundur ini PDIP menghargai, sehingga tersisa 32 peserta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menjelaskan 5 nama yang lolos itu akan dibawa dalam rapat DPP PDIP yang langsung dipimpin oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Bambang membantah Megawati yang akan langsung mengambil keputusan dari nama yang ada itu.
"Bukan keputusan orang per orang. Walaupun ada otoritas ketua umum (Megawati), namun ketua umum membangun iklim bahwa semua keputusan diambil lewat pleno," terang Bambang.
Dalam rapat itulah nanti akan dipaparkan hasil tes 5 peserta yang terpilih. Mulai dari tes psikologi, wawancara, dan lainnya. "Biasanya kita debat alot," lanjut Bambang.
Untuk diketahui, hasil tes bukan satu-satunya ukuran bagi DPP mengambil keputusan, tapi ada hal lain yang menentukan, seperti survei. Ada juga perbandingan dengan kepala daerah berprestasi PDIP.
"Belum tentu yang secara personal punya kemampuan baik, integritas baik, tapi survei baik, belum tentu. Karena itu semua akan kita ramu sehingga bisa menyodorkan calon yang punya peluang tinggi dan memenuhi harapan masyarakat," ucap Bambang.
Sementara itu, meski ada 32 peserta yang tercatat, namun 2 peserta yang merupakan kader PDIP yaitu Boy Sadikin dan Djarot Saiful Hidayat tidak ikut tes hari ini. Alasannya, keduanya pernah tes sebelumnya dan menurut HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) hasil tes itu masih berlaku.
Kedua kader PDIP itu tetap sebagai peserta dan akan ikut tahapan tes selanjutnya bersama 30 peserta lainnya, untuk bisa masuk menjadi 5 besar dan dirapatkan dalam DPP PDIP. (miq/tor)











































