"Macet parah banget apalagi kalau malam hari," ujar Djarwo, seorang kernet bus yang ditemui di dekat gerbang tol, Rabu (11/5/2016).
Djarwo mengeluhkan sempitnya lajur pembayaran gerbang tol Karang Tengah. Terlebih lajur khusus truk dan bus besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Djarwo, keluhan soal kemacetan juga disampaikan Sony pengendara yang biasa melintas setiap harinya di ruas gerbang tol itu.
"Kalau pulang kantor itu bisa sampai satu sampai dua jam, itu antrean bisa sampai Meruya," ujar dia Sony.
(dra/dra)










































