Penjaringan dari unsur kepala daerah asal PDIP itu disebut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai 'pemetaan politik untuk mendengarkan aspirasi rakyat'. PDIP berkaca pada Joko Widodo yang diusung ke DKI karena dianggap berhasil di Solo.
"Pemetaan ini tentu juga memberikan kesempatan kepada kader-kader PDIP, kepala daerah PDIP, yang dinilai berhasil," ucap Hasto di kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/20160.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana Fit and Proper Test Cagub DKI yang mendaftar ke PDIP (Ari Saputra/detikcom) |
Tak hanya untuk Pilgub DKI, namun di semua Pilkada yang akan digelar serentak pada tahun ini PDIP menerapkan dua mekanisme di atas. Penjaringan umum dan penjaringan internal dari kader PDIP oleh DPP.
"Mereka yang melalui pendaftaran dan banyak yang potensial, akan dipadukan dengan pemetaan DPP. Karena yang dicalonkan bukan hanya gubernur tapi jugab wakil gubernur," tutur Hasto.
"Bisa saja gubernur muncul dari yang daftar, tapi bisa juga muncul dari (penjaringan internal) DPP," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, hari ini ada sekitar 34 orang yang mengikuti fit and proper test Pilgub DKI tahun 2017 di kantor DPP PDIP. Di antaranya ada Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, Lulung, dan lainnya.
Suasana Fit and Proper Test Cagub DKI yang mendaftar ke PDIP (Ari Saputra/detikcom) |












































Suasana Fit and Proper Test Cagub DKI yang mendaftar ke PDIP (Ari Saputra/detikcom)
Suasana Fit and Proper Test Cagub DKI yang mendaftar ke PDIP (Ari Saputra/detikcom)