Humas sekaligus Wakil Kepala SMAN 3 Semarang, Rosikin mengatakan sebanyak 380 siswa atau seluruh siswa IPA reguler memang tidak lolos SNMPTN, sedangkan di kelas IPS ada 24 dri 44 siswa yang lolos, kemudian di kelas IPA akselerasi ada 14 siswa yang lolos dan ada 1 siswa yang melanjutkan kuliah di Jepang.
"Di IPS ada 24 anak dari 44. IPA akselerasi ada 15 yang diterima, salah satunya di Jepang, saya lupa jurusan dan nama universitasnya," kata Rosikin saat ditemui detikcom di SMAN 3 Semarang, Jalan Pemuda Semarang, Rabu (11/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya sudah pakai SKS dan tidak ada masalah," jelas Rosikin.
"IPS juga SKS," imbuhnya.
Baca juga: Ratusan Siswa SMAN 3 Semarang Tak Lolos SNMPTN, Orangtua Ajukan Protes
Pihak sekolahan sebelumnya sudah mengirimkan surat kepada 12 perguruan tinggi terkait SKS yang digunakannya. Rosikin juga menjelaskan sistem tersebut diterapkan sesuai dengan perundang-undangan dan petunjuk dari Kementerian Pendidikan.
"Sesuai petunjuk dari kementerian dan direktorat, pelaksanannya seperti itu. Kami sudah kirim surat ke 12 perguruan tinggi terkait sistem SKS yang sudah kami lakukan," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 380 siswa kelas IPA reguler SMAN 3 Semarang tidak ada yang lolos SNMPTN termasuk para siswa berprestasi. Kejanggalan dirasakan karena sekolah lain yang menerapkan SKS tidak bermasalah. SMAN 3 Semarang merupakan salah satu sekolah favorit yang kerap melahirkan akan-anak berprestasi baik akademis atau ajang perlombaan nasional hingga internasional. (alg/try)











































