"Banyak yang protes, banyak ketua DPD II yang tidak dukung calon tertentu lalu diganti. Lalu dipilihlah Plt yang mendukung calon tertentu," kata tim pemenangan Akom, Firman Soebagyo saat dihubungi, Rabu (11/5/2016).
"Ada permainan kotor! Ini bisa dirusak orang dalam sendiri," keluhnya.
Penunjukan plt ini mencapai jumlah lebih dari 100. Di antaranya di wilayah Sulawesi Tengah dan Jawa Timur. Firman mendapat informasi bahwa plt yang baru diarahkan mendukung caketum nomor dua.
"Yang saya dengar, diarahkan untuk mendukung SN (Setya Novanto)," ujar Firman.
Modus ini dianggap bisa merusak pelaksanaan Munaslub. Bisa saja hasilnya nanti diprotes dan justru menimbulkan riak-riak perpecahan baru.
"Munas ini bisa jadi tidak karu-karuan, bisa juga batal total karena menuai protes," ungkapnya.
Tim Akom siap mengajukan protes bila manuver ini dianggap merugikan. Dia mengingatkan bahwa Munaslub kali ini harus adil dan sesuai aturan.
"Semua harus siap menang dan menang kalah, jangan dengan cara akal-akalan," pungkas Firman. (imk/tor)











































