"Saya titip, perbanyak belanja modal dan fokus yang jelas. Agar provinsi, kota, kabupaten membangun brand-nya itu apa, positioning-nya itu apa, deferensiasinya itu apa? Itu harus ditentukan, jangan semua dikerjain. Nggak akan terkenal sebuah kota, sebuah provinsi, sebuah kabupaten kalau semua dikerjain," kata Jokowi saat menutup Musrenbangnas 2016 di Istana Negara, Jl Veteran, Jakpus, Rabu (11/5/2016).
Presiden mencontohkan, di Amerika Serikat ada Kota Sunny Land yang fokus pada golf. Di Sunny Land ada 37 padang golf yang membuat kota itu menjadi destinasi wisata pecinta golf. Setiap hari jet pribadi lalu lalang membawa orang-orang yang ingin bermain golf di Sunny Land.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bima misalnya di NTB, urusan olahraga di situ ada jago-jago lari, ya konsentrasi saja. Buat stadion atletik sebanyaknya-banyaknay, jogging track sebanyaknya-banyaknya. Kan nggak mahal juga. Biar jadi brand, positioningnya langsung, deferensiasi dengan kota lain jelas. Kalau semua dikerjain mau jadi kota apa," tegasnya.
Jokowi mengaku kurang suka dengan titel kota budaya. Pasalnya, titel kota budaya membuat sebuah kota tidak jelas apa yang menjadi fokus, karea arti kata budaya yang begitu luas.
"Kita terlalu banyak kota budaya, terlalu umum sekali. Apa yang mau diangkat di sana? Fokus saja. Misal Jogja, kekuatannya misalnya lukis, ya sudah lukis saja. Solo misal tari, ya tari saja. Kalau kota budaya terlalu lebar sekali," tutur Jokowi.
"Kota yang super focus yang akan memenangkan kompetisi, karena lebih efisien. Banyak kota yang bisa menuju spesifik dan super focus, misal kota ikan, misal Ambon. 5 tahun pasti akan jadi bagus, apalagi dua periode pasti akan jadi bagus," pungkasnya. (Hbb/aws)











































