"Ada kabar yang mengatasnamakan Istana Presiden, pihak satunya lagi seolah sinyal dari Istana Wapres. Saya tidak ikhlas, kasihan pimpinan Golkar Daerah digiring ke sana-sini. Itu tidak baik di saat Golkar ingin berbenah dan ingin memulai tradisi baru yang demokratis dalam memilih Ketua Umumnya," kata Priyo kepada wartawan, Rabu (11/5/2016).
Beda cerita setelah gelaran Munaslub selesai nanti. Priyo menegaskan Golkar pasti akan menjaga komitmen menjadi bagian dari parpol pendukung pemerintahan Jokowi-JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, Pemberitaan seminggu ini membuat kami semua tidak nyaman dan mohon agar itu dihentikan. Calon Ketum Golkar itu ada 8, tidak hanya 2 orang. Dan kami berdelapan adalah kader unggulan Partai Golkar," imbuh Priyo.
Priyo meminta semua pihak memberi kesempatan kepada Golkar untuk berbenah dengan tradisi baru yang demokratis dan bersih.
"Tidak mudah memang, karena disana-sini masih ada pemberitaan terkait jor-joran politik uang. Tapi Saya dan banyak teman lain tetap bertekad untuk kawal munaslub yang baik, demokratis dan bersih," pungkasnya. (van/tor)











































