Pembagian uang itu dilakukan ketika Novanto menggelar pertemuan dengan pengurus DPD II se Jatim, di Hotel Tunjungan, Surabaya, pada Jumat pekan lalu.
"Memang saya hadir," kata Wahid Nurrahman, Ketua DPD II PG Kabupaten Probolinggo, saat dihubungi wartawan pada Selasa (10/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada lah, tapi enggak sebesar itu. Nggak etislah kalau saya sebutkan nilainya ke publik," tuturnya.
Ia menilai, pemberian uang itu bukan money politics dari kandidat calon ketua umum, karena pada saat pemberian di acara silaturrahim dengan pengurus DPD, Setnov belum ditetapkan sebagai calon ketua umum Partai Golkar.
"Biasa kan di Golkar, kalau pengurus di atasnya silaturahim dengan pengurus di bawahnya, kemudian memberikan uang transport," tuturnya.
"Saya kalau silaturahim dengan pengurus di kecamatan juga memberikan uang transport. Jadi ini bukan money politics," tegasnya.
Wahid yang juga ditunjuk DPP sebagai Ketua Panitia Wilayah Penyampaian.visi misi delapan caketum Golkar wilayah Jawa-Kalimantan di Surabaya, menegaskan, meski menerima uang dollar Amerika, belum tentuย DPD-DPD II memilih Setnov di Munaslub Golkar di Bali pada 15-17 Mei mendatang.
"Kita akan melihat dulu penyampaian visi misi para kadindat nanti di Surabaya," tandasnya.
Sementara itu, Yusuf Wibisono mantan Wakil Sekretaris DPD I Partai Golkar Jawa Timur menyayangkan rumor pemberian uang dollar dan dianggap sebagai uang transport.
"Model-model pragmatisme ini akan merusaka Partai Golkar ke depan," katanya.
Yusuf yang sekarang di Departemen Komunikasi, Media dan Pembentukan Opini DPP PG menegaskan, jangan sampai di daerah dibudayakan memberikan dollar sebagai uang transport.
"Calon ketua umum memberikan uang ke DPD-DPD bisa merusak dan menghancurkan Golkar. Kalau dengan cara seperti ini, ke depan Golkar bisa rusak dan kehilangan kader-kadernya," jelasnya.
(bdh/dnu)











































