"Memang saya pernah marah?" jawab Jokowi ketika ditanya wartawan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (10/5/2016).
Dia enggan berkomentar terkait dinamika politik internal Partai Golkar. Jokowi hanya tertawa kecil saat ditanya terkait Munaslub Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Johan Budi: Presiden Tak Dukung Salah Satu Caketum Golkar
Diwawancara secara terpisah, Seskab Pramono Anung menegaskan Presiden Jokowi hanya diundang untuk membuka perhelatan Munaslub Golkar saja. Setelah itu, Presiden tidak ikut campur perihal suksesi partai berlambang pohon beringin itu.
"Ya tentunya Presiden memantau, karena bagaimanapun kan Golkar sebuah kekuatan politik yang besar. Tapi sekali lagi dalam pantauan itu Presiden meyakini bahwa bisa dengan siapa saja yang menjadi ketum Golkar bukan menjadi hal yang harus terlalu dipikirkan oleh pemerintah ini," ujar Pramono. (bpn/tor)











































