Anting-anting Hilang, Bocah SD di Tangerang Diduga Dibunuh Siswi SMK

Anting-anting Hilang, Bocah SD di Tangerang Diduga Dibunuh Siswi SMK

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 10 Mei 2016 16:26 WIB
Anting-anting Hilang, Bocah SD di Tangerang Diduga Dibunuh Siswi SMK
Foto: Ari Saputra
Tangerang - Siswi kelas 2 Sekolah Dasar (SD) ditemukan tewas di dalam sumur sedalam 4 meter. Bocah malang ini diduga dibunuh oleh A (17) siswi Kelas 2 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kasus dugaan pembunuhan ini dibongkar oleh tim gabungan Polres Tangerang Kabupaten dan Polsek Panongan.

"Korbannya masih SD dan pelakunya juga masih di bawah umur, masih kelas 2 SMK di Panongan. Korban dijorokin ke galian sumur sedalam 4 meter," ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Kabupaten Kompol Gunarko kepada detikcom, Selasa (10/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunarko menjelaskan pembunuhan itu terjadi pada Senin (9/5) pukul 06.45 WIB. Korban awalnya ditemukan tewas di dalam bak galian air sedalam 4 meter di Desa Rancakelapa, Panongan, Kabupaten Tangerang. Setelah diketahui meninggal, korban pun dimakamkan pada hari itu juga dan dikira korban meninggal secara wajar.

Sampai akhirnya, kecurigaan muncul ketika keluarga menyadari bahwa ada barang korban yang hilang. "Kemarin itu kenapa korban dimakamkan karena dugaan awal tenggelam saja dan keluarga juga sudah mengikhlaskan. Kemudian cuiga kenapa waktu meninggal anting-antingnya tidak ada, kemudian dikembangkan dan akhirnya terungkap bahwa korban diduga dibunuh," jelas Gunarko.

Menindaklanjuti kecurigaan keluarga itu, polisi bergerak melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Sampai akhirnya, polisi menangkap A di rumahnya di Desa Rancakelapa.

"Ditangkapnya tadi pagi di rumahnya. Pelaku sempat menangis, tetapi dia sudah mengakui dan kooperatif," tuturnya.

Saat ini polisi tengah berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) mengingat usia pelaku masih di bawah umur. "Kami masih koordinasikan dengan Bapas untuk tindak lanjutnya, karena pelakunya juga masih di bawah umur," pungkasnya. (mei/aan)


Berita Terkait