Kasus dugaan pembunuhan ini dibongkar oleh tim gabungan Polres Tangerang Kabupaten dan Polsek Panongan.
"Korbannya masih SD dan pelakunya juga masih di bawah umur, masih kelas 2 SMK di Panongan. Korban dijorokin ke galian sumur sedalam 4 meter," ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Kabupaten Kompol Gunarko kepada detikcom, Selasa (10/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai akhirnya, kecurigaan muncul ketika keluarga menyadari bahwa ada barang korban yang hilang. "Kemarin itu kenapa korban dimakamkan karena dugaan awal tenggelam saja dan keluarga juga sudah mengikhlaskan. Kemudian cuiga kenapa waktu meninggal anting-antingnya tidak ada, kemudian dikembangkan dan akhirnya terungkap bahwa korban diduga dibunuh," jelas Gunarko.
Menindaklanjuti kecurigaan keluarga itu, polisi bergerak melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Sampai akhirnya, polisi menangkap A di rumahnya di Desa Rancakelapa.
"Ditangkapnya tadi pagi di rumahnya. Pelaku sempat menangis, tetapi dia sudah mengakui dan kooperatif," tuturnya.
Saat ini polisi tengah berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) mengingat usia pelaku masih di bawah umur. "Kami masih koordinasikan dengan Bapas untuk tindak lanjutnya, karena pelakunya juga masih di bawah umur," pungkasnya. (mei/aan)











































