Caketum Golkar Diimbau Saling Adu Gagasan bukan 'Perang' Opini

Caketum Golkar Diimbau Saling Adu Gagasan bukan 'Perang' Opini

Erwin Dariyanto - detikNews
Selasa, 10 Mei 2016 16:18 WIB
Caketum Golkar Diimbau Saling Adu Gagasan bukan Perang Opini
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Panitia Musyawarah Nasional Partai Golongan Karya mengimbau agar para kandidat ketua umum Golkar bersaing sehat. Calon ketua umum partai berlambang pohon beringin itu diminta mengeluarkan gagasan dan ide untuk membangun Golkar dan bangsa ketimbang perang opini di media.

Saat ini ada delapan bakal calon ketua umum yang akan memperebutkan pucuk pimpinan Beringin-1. Mereka adalah Ade Komarudin, Setya Novanto, Airlangga, Mahyudin, Priyo Budi Santoso, Aziz Syamsuddin, Indra Bambang Utoyo dan Syahrul Yasin Limpo. Munaslub Golkar digelar 15-16 Mei di Nusa Dua Bali.
Β 
"Panitia mengimbau agar kedelapan caketum dapan bersaing sehat. Golkar sebagai partai yang memiliki sejarah panjang hendaknya dapat memberikan pendidikan politik yang baik, siap bersaing dan bertarung gagasan. Siap menang siap kalah," kata Koordinator Bidang Hubungan Masyarakat Organizing Committee Munaslub Golkar Meutya Viada Hafid melalui keterangan tertulisnya, Selasa (10/5/2016).

Menurut Meutya, pada munaslub kali ini untuk pertama kalinya Golkar akan memiliki delapan calon ketua umum. Untuk pertama kalinya juga pada munaslub tahun ini panitia akan menggelar debat bagi para kandidat ketum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bentuk titik balik ini juga kita tandai dengan penyelenggaraan debat kandidat, dengan panelis-panelis dari berbagai bidang. Golkar ingin mulai dari penjaringan caketum, kita bisa memberi perdebatan gagasan, ide, tidak hanya untuk partai tapi untuk bangsa," papar Meutya yang juga anggota Komisi I DPR RI itu.

Panitia mengeluarkan imbauan itu karena sejak awal akan digelar munaslub, para kandidat Ketum Golkar sudah terlibat saling serang. Terakhir adalah soal dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diklaim mendukung salah satu calon.Β  Klaim itu kemudian memunculkan plesetan, 'Papa Minta Ketum'.

(erd/nrl)


Berita Terkait