Peraturan itu antara lain larangan melakukan money politics dan bertemu dengan pemilik suara, baik dari DPD tingkat I maupun DPD II. "Untuk politik uang juga panitia menerapkan aturan baru di mana caketum dapat didiskualifikasi jika melakukan money politics dan terhitung sejak pengambilan nomor undian juga para caketum dilarang berkomunikasi langsung dengan pemilik suara," kata Koordinator Bidang Hubungan Masyarakat Organizing Committee Munaslub Golkar Meutya Viada Hafid melalui keterangan tertulisnya, Selasa (10/5/2016).
Sebagai gantinya, kata Meutya, panitia akan menggelar kampanye di tiga zona sehingga para caketum bisa bertemu dengan calon pemilih. "Karena panitia melaksanakan kampanye di 3 zona untuk para caketum dapat bertemu dengan para pemilih, melalui kegiatan resmi dari panitia," kata Meutya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Meutya, penerapan aturan baru ini merupakan tradisi baru di Partai Golkar. "Ini tradisi baru di Partai Golkar. Ini juga aturan baru yang kami harapkan dapat mengeliminir politik uang," kata politisi yang juga anggota Komisi I DPR RI ini.
Untuk pertama kalinya dalam munaslub nanti, Golkar juga akan menggelar kampanye terbuka untuk para kandidat. Kampanye akan digelar dua kali sebelum munaslub digelar. Harapannya dengan kampanye terbuka ini akan muncul ide dan gagasan baru dari para caketum Golkar. Β
"Ini (munas) langkah awal Golkar untuk menata kembali proses demokrasi di tubuh partai. Pemilihan caketum nanti bukan berdasarkan politik uang, tapi berdasarkan gagasan yang disampaikan kandidat," kata Meutya.
(erd/nrl)











































