"Saya kira bagus, untuk SMA relatif tidak masalah. Saya kira sistemnya infrastruktur semua tidak masalah," ungkap pria yang akrab disapa Ahok itu di Gedung Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (10/5/2016).
Tingkat kecurangan siswa dalam UN pun dinilai Ahok cukup relatif rendah. Hanya saja yang masih menjadi persoalan adalah mengenai keterbatasan sarana bagi pelaksanaan UN Berbasis Komputer (UNBK).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterbatasan sarana dan prasaran itu, Pemprov DKI pun mempertimbangkan mengizinkan siswa yang memiliki laptop untuk menggunakannya saat UN. Menurut Ahok hal tersebut tidak akan menjadi masalah termasuk mengenai adanya potensi kebocoran soal.
"Ya boleh aja kalau mereka mau. Itu kan ada passwordnya. Sistemnya nggak masalah, tinggal colok. Boleh aja, kan itu ada passwordnya," ucapnya.
Sebelumnya Ahok mengungkap ada enam siswa SMA di Jakarta yang dinyatakan tidak lulus. Ini dikarenakan kasus bullying terhadap adik kelasnya. Mereka adalah siswa dari jurusan IPS SMA Negeri 3 Jakarta.
"Karena dia melakukan bullying, kita tidak luluskan enam orang. Bukan karena pelajaran, tapi karena karakternya. Tidak lulus dan dikeluarkan dari SMA 3," kata Ahok, Senin (9/5). (ear/rvk)