"Nanti kita akan telusuri. Saya akan tanya anggota komite lain apa mengetahui atau ada yang lapor," kata Wakil Ketua Komite Etik Munaslub Golkar, Lawrence Siburian saat dihubungi, Selasa (10/5/2016).
Lawrence menuturkan bahwa pihaknya bekerja berdasarkan aduan atau temuan, salah satunya dari media. Bila dirasa perlu, komite etik pun bisa mengadakan persidangan untuk mengusut dugaan praktik kecurangan.
Tetapi, laporan-laporan itu masih harus ditelusuri lagi. Dia mengatakan bahwa komite etik hanya menangani peristiwa setelah 7 Mei 2016.
"Kita kan mulai tanggal 7 Mei. Kalau di bawah tanggal 7, kita tidak bisa bikin apa apa," ujarnya.
Soal isu bagi-bagi uang ini ramai diberitakan media lokal di Jawa Timur. Kabarnya, aksi bagi-bagi dolar itu terjadi saat kumpul-kumpul pengurus DPD II Golkar wilayah Jawa Timur di Hotel Tunjungan, Surabaya, Jumat (6/5) lalu.
Ketua DPD II Golkar Probolinggo Wahid Nurahman ikut hadir dalam acara kumpul-kumpul itu. Namun dia membantah ada bagi-bagi dolar.
"Nggak ada itu," ujarnya saat dihubungi hari ini. (imk/tor)











































