Tiru North Carolina, Bupati Anas Ajak Perguruan Tinggi Bangun Banyuwangi

Tiru North Carolina, Bupati Anas Ajak Perguruan Tinggi Bangun Banyuwangi

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selasa, 10 Mei 2016 13:28 WIB
Tiru North Carolina, Bupati Anas Ajak Perguruan Tinggi Bangun Banyuwangi
Penandatanganan kesepakatan Pemkab Banyuwangi dengan perguruan tinggi pada Selasa, 10 Mei 2016 (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Banyuwangi - Sepuluh perguruan tinggi swasta yang ada di Banyuwangi diajak untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan di daerah. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan perjanjian kerjasama dalam bentuk MoU (Memory of Understanding) ini sudah memasuki tahun kelima.

"MoU dengan Perguruan Tinggi ini kita lanjutkan dan sudah tahun kelima, karena kami sadar untuk efektifitas program pembangunan daerah ini perlu ketepatan sasaran. Sehebat apapun daerah atau anggarannya banyak kalau tidak tepat sasaran tidak efektif," kata Anas usai penandatanganan MoU di Ruang Rempeg Kantor Bupati Banyuwangi, Selasa (10/5/2016).

Anas menjelaskan bila dia meniru konsep dari North Carolina di Amerika yang menjadikan kampus sebagai bagian dalam program pengembangan daerah. Tak hanya bekerjasama dengan perguruan tinggi swasta, Anas juga melibatkan perguruan tinggi negeri untuk riset dan program daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kampus jadi Bappedanya di situ. Riset-riset dan program tidak bisa hanya ditangani Bappeda, kita perlu melibatkan institusi perguruan tinggi negeri. Maka perguruan tinggi negeri kami libatkan dalam riset sesuai dengan proposal nanti yang dikembangkan ada soal kemiskinan, ekonomi kreatif dan lainnya," katanya.

"Produk-produknya kami sinergikan menjadi kebijakan yang ada di daerah. Sehingga ketepatan sasaran pembangunan, lebih optimal," bebernya.

Hasil dari kerjasama itu dijelaskan telah membantu membuat kebijakan daerah. Anas menyebut kerjasama ini juga berguna untuk menginformasikan skala prioritas pembangunan daerah ke kampus-kampus. Harapannya supaya kampus mampu membuat program pelayanan yang mendidik masyarakat.

"Kampus ini stakeholder, minimal riset mereka sejalan dengan apa yang kita targetkan. Kedua yang penting rektor tahu skala prioritas daerah. Sehingga nanti kalau KKN tidak hanya bangun gapura tapi memasyaratkan warganya," jelasnya.

Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom

Pada acara ini hadir rektor-rektor atau perwakilan dari 10 Perguruan Tinggi Swasta di Banyuwangi. Di antaranya dari Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Universitas Bakti Indonesia Banyuwangi, Sekolah Tinggi Islam Blambangan, Institut Agama Uslam Ibrahimy Genteng Banyuwangi.

Kemudian Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi, Akademi Kesehatan Rustida Glenmore Banyuwangi, Sekolah Tinggi Ilmu Komputer PGRI Banyuwangi, Akademi Kelautan Banyuwangi, Universitas PGRI dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banyuwangi.

Sementara itu perwakilan dari perguruan tinggi swasta yang hadir, Teguh Sumarno dari Universitas PGRI Banyuwangi mengatakan bila pihaknya siap membantu pemkab membangun Banyuwangi.

"Melaju terus berdampingan seiring berkembangnya Banyuwangi. Kami dalam tata kelola perguruan tinggi akan kami lakukan dengan baik dengan metode akhirnya anak-anak alumni S1 mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, kesehatan dengan kemampuannya, agama dengan doanya, guru dengan mendidik," jelas Teguh di lokasi yang sama. (ams/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini