"Nah sekarang malah penumpang bis tingkat kita, sekarang udah 4 ribuan. (Maka) kita mau tambah lagi operasi bus tingkat," ungkap Ahok itu di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (10/5/2016).
Tak hanya itu, Ahok juga mendapati bahwa kini banyak pengguna kendaraan pribadi yang berpindah menggunakan jasa TransJakarta. Salah satunya akibat steril di sejumlah jalan, seperti di kawasan Thamrin hingga arah menuju Kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya dari dulu saya bilang (bus TransJ) Scania beli yang kelas atas dong yang suspensinya independen. Biar naiknya juga berasa empuk. Ok katanya," lanjut dia.
Mengingat penumpang bus tingkat kini meningkat, Ahok pun berencana menambah armada bus. Jika saat ini dalam sehari ada 4.000 penumpang sementara bus yang baru dimiliki Pemprov DKI hanya 6 armada, maka menurutnya jumlah tersebut masih kurang.
"Berarti 1 bus (mengangkut) 800 orang. Itu penuh bus tingkat itu. Kita mau beli lagi bus tingkat, 25 (armada) untuk jalan gratis, ini cukup lumayan," jelas Ahok.
Soal pemberlakuan 3 in 1 hanya pada sore hari saja juga belum secara resmi diputuskan. Pemprov DKI dan beberapa pihak terkait akan melakukan koordinasi terlebih dahulu hingga nantinya didapati solusi terbaik bagi lalu lintas di ibu kota.
"Setelah evaluasi, kemacetan juga mirip-mirip aja kok sekarang, setelah hampir sebulan (3 in 1 dihapus). Orang Jakarta mah pintar cari-cari jalan alternatif apalagi ada Waze," tuturnya.
"Pertama (penghapusan 3 in 1) aja kan euforia mau pulang cepat. Sekarang juga relatif. Waktu ada 3 in 1 macet nggak Jakarta? Macet juga kok," imbuh Ahok sekaligus mengakhiri. (elz/aws)











































