Kerusuhan di Dadap karena Warga Tolak Bangunannya Ditempeli Stiker SP2

Kerusuhan di Dadap karena Warga Tolak Bangunannya Ditempeli Stiker SP2

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 10 Mei 2016 11:33 WIB
Kerusuhan di Dadap karena Warga Tolak Bangunannya Ditempeli Stiker SP2
ilustrasi kerusuhan/ Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Jakarta - Warga lokalisasi Dadap Ceng In, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, rusuh menjelang pembongkaran. Warga melawan petugas karena menolak bangunannya ditempel stiker Surat Peringatan (SP2) oleh Pemkab Tangerang.

"Kerusuhan karena massa menolak penempelan stiker SP2, jadi ini belum pembongkaran," ujar Kapolsek Teluk Naga AKP Supriyanto saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (10/5/2016).

Supriyanto belum bisa menginformasikan soal detail kerusuhan. Saat ini petugas kepolisian, Satpol PP dan pasukan TNI masih di lokasi untuk meredam kerusuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Informasi yang diperoleh  detikcom, warga sejak pagi pukul 07.00 WIB, memang sudah siap-siap melakukan perlawanan. Salah satu bentuk perlawanan warga adalah memblokir jalan untuk akses masuk Satpol PP ke lokalisasi Dadap. Warga juga menimpuki aparat dengan batu dan melakukan aksi bakar di tengah jalan.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Tangerang akan membongkar kawasan lokalisasi Ceng In di Dadap, Tangerang, akhir bulan ini. Sejumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) akan dipindahkan ke panti sosial Tangerang.

Lokalisasi Dadap Ceng In ditutup karena ada indikasi praktik perdagangan manusia, narkoba serta penyebaran virus HIV/AIDS.

Begitu rencana penutupan Ceng In mencuat, PSK dan pelaku jasa lainnya di Ceng In langsung meninggalkan lokasi. Yang tersisa saat ini adalah warga yang rata-rata bekerja sebagai nelayan. Mereka menolak direlokasi ke rusunawa yang jauh dari laut dan meminta direlokasi ke pesisir supaya mudah melaut. Jumlah warga yang masuk daftar relokasi sebanyak  387 kepala keluarga (KK) di RW 01, 02, dan 03. (rvk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads