"Kerusuhan karena massa menolak penempelan stiker SP2, jadi ini belum pembongkaran," ujar Kapolsek Teluk Naga AKP Supriyanto saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (10/5/2016).
Supriyanto belum bisa menginformasikan soal detail kerusuhan. Saat ini petugas kepolisian, Satpol PP dan pasukan TNI masih di lokasi untuk meredam kerusuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, Pemkab Tangerang akan membongkar kawasan lokalisasi Ceng In di Dadap, Tangerang, akhir bulan ini. Sejumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) akan dipindahkan ke panti sosial Tangerang.
Lokalisasi Dadap Ceng In ditutup karena ada indikasi praktik perdagangan manusia, narkoba serta penyebaran virus HIV/AIDS.
Begitu rencana penutupan Ceng In mencuat, PSK dan pelaku jasa lainnya di Ceng In langsung meninggalkan lokasi. Yang tersisa saat ini adalah warga yang rata-rata bekerja sebagai nelayan. Mereka menolak direlokasi ke rusunawa yang jauh dari laut dan meminta direlokasi ke pesisir supaya mudah melaut. Jumlah warga yang masuk daftar relokasi sebanyak 387 kepala keluarga (KK) di RW 01, 02, dan 03. (rvk/nrl)











































