27 Persen Desa Tertinggal Sangat Memprihatinkan
Jumat, 18 Mar 2005 18:14 WIB
Medan - Sekitar 27 persen desa tertinggal di Indonesia termasuk sangat memprihatinkan. Ini ditandai sulitnya penduduk meng-akses potensi ekonomi ke sentra-sentra pemasaran akibat jaringan jalan dari dan ke desa tersebut masih merupakan jalan tanah."Penduduk pada 27 persen desa tertinggal dimaksud juga harus menempuh jarak rata-rata di atas 10 km untuk mencapai sentra pemasaran," ujar Dirjen Tata Perkotaan dan Perdesaan Departemen PU, Patana Rantetoding, dalam acara Sosialisasi Program Kompensasi Pengurangan Subsidi (PKPS) BBM bidang Infrastruktur Perdesaan, di Kantor Gubernur Sumut Jl. Diponegoro Medan, Jumat (18/3/2005). Dikatakan Patana Rantetoding, penduduk pedesaan masih menghadapi masalah kemiskinan akibat ketertinggalan pelayanan infrastruktur, seperti jalan. Sebanyak 27 persen warga pedesaan masih mengakses jalan tanah dan 73 persen menempuh 6 sampai 10 km dari desanya ke pusat pemasaran.Selain itu, penduduk pedesaan tertinggal yang terlayani air minum perpipaan baru mencapai 9 persen dan selebihnya masih mengambil langsung dari sumber yang tidak terlindungi. Sedangkan petani dari sekitar 88 persen desa tertinggal memiliki luas lahan tani di bawah 0,5 hektar (lahan marjinal) sehingga dibutuhkan prasarana irigasi desa yang mendukung terjaminnya keberlanjutan produksi guna mencukupi kebutuhannya.Secara umum, kata Patana, kenyataan objektif adalah 60 persen penduduk Indonesia bermukim di kawasan perdesaan dan sekitar 30 juta jiwa atau sekitar 25 persen dari penduduk perdesaan tergolong miskin. "Tingginya tingkat kemiskinan di pedesaan diperparah dengan masih banyaknya daerah tertinggal (199 kabupaten) dan desa-desa tertinggal sekitar 10.600 desa," ujar Panta. Ciri desa tertinggal tersebut antara lain masih relatif rendahnya tingkat pelayanan terhadap pemenuhan kebutuhan dan pelayanan infrastruktur termasuk bidang ke-PU-an. Di samping itu juga dipengaruhi oleh keterisolasian dan minimnya potensi daerah yang ada, sehingga kegiatan ekonomi kurang berkembang, yang pada gilirannya mendorong terjadinya peningkatan kemiskinan."Itu sebabnya pemerintah berupaya menanggulangi kemiskinan dengan target penurunan dari 16,6 persen pada tahun 2004 menjadi 8,2 persen pada tahun 2009 dan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,5 persen per tahun. Untuk mencapai hal itu salah satu strategi adalah menitikberatkan pada peningkatan investasi infrastruktur termasuk infrastruktur ke-PU-an khususnya di pedesaan," katanya. Secara umum jumlah desa di Indonesia saat ini 68.816 yang diantaranya 28.641 merupakan desa miskin atau tertinggal sementara yang akan di-cover melalui PKPS-BBM tahun 2005 ini sekitar 11.140 desa miskin pada 32 propinsi dengan total dana program dari dana kompensasi BBM Rp 3,342 triliun yang terdiri dari Rp 3,208 triliun dana program dan Rp 133,6 miliar dana pengendalian dan pengamanan program (safeguarding).
(asy/)











































