Pergantian Pimpinan DPR Dilakukan Tanpa Emosi

Pergantian Pimpinan DPR Dilakukan Tanpa Emosi

- detikNews
Jumat, 18 Mar 2005 18:10 WIB
Jakarta - Desakan sejumlah anggota DPR untuk mengganti pimpinan harus dilakukan secara seksama, tanpa emosi apalagi ada agenda-agenda politik tambahan.Demikian dipaparkan Ketua DPP PKB Muhammad AS Hikam usai Diskusi Pemberdayaan Masyarakat Sipil dalam Proses Legislasi di Hotel Cemara, Jl Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (18/3/2005)."Jadi harus diperhatikan secara seksama. Proses penggantian juga harus menggunakan prosedur yang sudah baku. Kalau desakan itu memang besar dan mempunyai alasan maka harus dibicarakan secara prosedural", paparnya.Hikam menilai Agung tidak dapat memberikan keputusan dengan cepat, jadi bisa saja sikap Agung tersebut disebabkan oleh tekanan atau intervensi dari luar.Menurutnya pergantian sekelas ketua DPR RI harus dilakukan dengan seksama. Alasannya, dampak yang akan ditimbulkan bukan hanya berakibat pada DPR saja, tapi juga pada parpol dan konstituennya."Kita punya badan kehormatan yang membidangi masalah kode etik dan tata tertib DPR. Fungsinya untuk menampung persoalan-persoalan seperti itu", jelas Ketua Badan Legislasi DPR RI ini.Ketika didesak wartawan perlunya seorang Agung Laksono diganti dari pimpinan DPR Hikam mengatakan secara pribadi dirinya tidak merasa perlu untuk melakukan itu karena terlalu political"Keluhan saya hanya karena pak Agung tidak cepat memutuskan tapi kalau itu dijadikan alasan untuk pergantian maka pergantian itu terlalu bersifat politik" jawabnya.Mengenai sikap F-KB atas pergantian pimpinan DPR menurut Hikam fraksinya tidak mengurusi masalah seperti itu. Itu merupakan masalah personal."PKB tidak punya sikap, itu urusan dari pihak-pihak yang melihat persoalan secara personal. PKB tidak seperti itu" lanjut Hikam. (ism/)


Berita Terkait