Menkes Akui Ada Kebocoran Dana Kompensasi BBM
Jumat, 18 Mar 2005 18:21 WIB
Jakarta - Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengakui ada penyelewengan dana kompensasi BBM di bidang kesehatan tahun 2004. Salah satunya, di Jawa Timur sebesar Rp 4 miliar."Beberapa hari lalu, BPK telah memberikan laporan ke Departemen Kesehatan tentang badan penyelenggara yang telah melakukan penyelewengan dana kompensasi subsidi BBM tahun 2004," kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di Departemen Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (18/3/2005).Dia mencontohkan, Jawa Timur sebesar Rp 4 miliar telah dibelikan reksadana tanpa ada persetujuan terlebih dahulu dari badan pengawas dan sebesar Rp 2 miliar lebih untuk manajemen fee untuk biaya pengurusnya."Temuan dari BPK sangat mengagetkan karena Bapel yang dibentuk ternyata adalah sumber dari kebocoran," ujarnya.Untuk itu, kata Menkes, pihaknya membuat langkah kompensasi yang baru yaitu menggunakan PT Askes sebagai penyalur dana kompensasi kesehatan."Jadi dengan adanya PT Askes itu, uang tidak mampir di Depkes dan juga tidak nongkrong di Askes tetapi tetap di Departemen Keuangan dimana ngucurnya ke PT Askes berdasarkan klaim.Dengan sistem ini lebih mudah diawasi dan kebocoran jadi jauh lebih kecil dibandingkan adanya Bapel," papar dia.Lebih lanjut, Menkes menambahkan Depkes belum melaporkan adanya kebocoran kompensasi BBM untuk bidang kesehatan kepada presiden karena laporan baru diterima dua hari lalu.Berdasarkan data BPK menunjukan dana untuk Provinsi Jawa Timur penempatandana sebesar Rp 4 miliar dibelikan pada Reksadana EVI Coorporation yang ditetapkan secara sepihak oleh Direksi Bapel Jawa Timur.Di daerah Klaten, terjadi perbedaan jumlah warga miskin dalam kontrak yang bebeda dengan keluarga miskin yang harus dicakup dalam pelayanan nyata.Selain itu, ada sisa dana alokasi kapitasi untuk puskesmas sebesar Rp 1,1 miliar dan untuk puskesmas rawat inap sebesar Rp 55 juta akan menjadi tumpang tindih dengan pembiayaan yang dilakukan PT Askes karena mulai I Januari 2005 pelayanan kesehatan untuk keluarga miskin sampai dengan puskesmas akan ditangani oleh Askes. Dana puskesmas untuk alokasi hingga September 2005.
(aan/)











































