Malaysia Terima Maaf RI Meski Tidak Disampaikan ke Deplu

Malaysia Terima Maaf RI Meski Tidak Disampaikan ke Deplu

- detikNews
Jumat, 18 Mar 2005 18:15 WIB
Jakarta - Malaysia berkenan menerima permintaan maaf pemerintah Indonesia atas insiden pembakaran bendera negaranya meskipun permintaan maaf itu tidak disampaikan melalui departemen luar negeri (Deplu) Malaysia.Menlu Datuk Seri Syed Hamid Albar menyatakan, permintaan maaf itu telah dibuat oleh Dubes Rusdihardjo dan itu sudah cukup bagus dan disampaikan dengan baik untuk hubungan Malaysia dan Indonesia."Mereka meminta maaf ... kita seharusnya tidak arogan dan menolaknya karena itu datang dari Dubes mereka. Saya percaya bahwa beliau (Dubes) memiliki mandat pemerintahanya (untuk minta mandat)," kata Hamid pada wartawan seperti dilansir Bernama, Jumat (18/3/2005).Permintaan maaf itu disampaikan Dubes Rusdihardjo pada Senin silam. Maaf itu disampaikan setelah menerima rombongan pemuda Barisan Nasional di Kedubes RI di Kuala Lumpur. Di Indonesia, permintaan maaf Rusdi juga dikecam. Apalagi dia menyebut pembakar itu sebagai orang yang lapar, marah dan gila. Buntutnya, Rusdihardjo pun didesak agar ditarik saja. Sementara di dalam negeri, tidak ada pejabat negara yang meminta maaf pada Malaysia. Lebih lanjut Hamid menyatakan, meski permintaan maaf itu disampaikan pada sebuah partai politik dan tidak kepada kementerian luar negeri Malaysia, pemerintah Malaysia tidak menolak untuk menerimanya."Dia menyatakan itu di depan publik...itu adalah permintaan maaf kepada publik. Saya rasa itu sudah cukup bagus. Kami menghargainya. Itu disampaikan untuk hubungan Malaysia dan Indonesia," sambungnya.Hamid juga menjelaskan rombongan yang akan mengadakan rapat teknis tentang Blok Ambalat pada 22-23 Maret mendatang di Jakarta. Dia mengharapkan masalah Ambalat tidak diselesaikan lewat satu kali pertemuan saja. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini