Menebak Sinyal Risma soal Kemungkinan Maju di Pilgub DKI 2017

Menebak Sinyal Risma soal Kemungkinan Maju di Pilgub DKI 2017

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Selasa, 10 Mei 2016 07:39 WIB
Menebak Sinyal Risma soal Kemungkinan Maju di Pilgub DKI 2017
Megawati dan Risma di Taman Harmoni beberapa waktu lalu (Imam Wahyudiyanta/detikcom)
Jakarta -
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam berbagai kesempatan kerap mengungkapkan tekadnya untuk tidak meninggalkan Surabaya demi bertarung merebutkan kursi DKI 1 pada 2017. Namun seiring berjalannya waktu, dukungan kepada kader PDIP ini untuk maju di Pilgub DKI terus bermunculan.

Ketika diwawancarai media dalam berbagai kesempatan perihal kemungkinannya untuk bersaing di Pilgub DKI, Risma kerap menjawab untuk tetap bertahan di Surabaya. Sikap Risma ini didasari atas janji kampanyenya saat terpilih kembali secara mutlak menjadi Wali Kota Surabaya setahun yang lalu.

"Kalau saya punya niat jelek, sudah saya tinggal ke Jakarta, iya to," kata Risma usai menghadiri acara pelatihan di Badiklat Kemendagri, Jakarta Selatan, Jumat, 22 April lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, posisi Risma sebagai kader PDIP dinilai bisa menjadi faktor berubahnya komitmen Risma yang kerap menolak untuk maju di pilgub DKI. Sinyal-sinyal PDIP untuk mendukung Risma cukup kuat. Sampai saat ini PDIP belum menentukan pilihannya terkait siapa yang akan diusung mereka dalam kontestasi perebutan kursi nomor satu di Ibu Kota.

Beberapa waktu yang lalu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengunjungi Risma di Surabaya. Banyak yang menyebut kedatangan Megawati ke Surabaya itu untuk 'menjemput' Risma ke DKI.

Meski banyak yang mengaitkan kedatangan Mega tersebut untuk 'menjemputnya', Risma kembali menampik pandangan tersebut.

"Endak, endak," tegas Risma di sela-sela kegiatan mendampingi Mega berkeliling di Taman Harmoni, Kawasan Keputih, Sukolilo, Surabaya. Mingu, 1 Mei 2016.

Hampir selalu menjawab tegas 'tidak' ketika ditanya soal kemungkinan 'hijrah' ke Jakarta, Risma agak sedikit berbeda dengan melontarkan jawaban diplomatis. Hal itu diungkapkan Risma usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, pada Senin kemarin.

"Jadi itu nanti saya sekali lagi saya pasti ndak percaya, itu nanti Gusti Allah yang ngatur. Semua Gusti Allah. Saya enggak nyiapin," ucap Risma.

"Saya akan jelaskan (jika diminta PDIP ke DKI). Sebetulnya setelah saya menang, saya jujur, boleh ditanya ke Ibu (Megawati) nanti. Saya langsung menghadap Ibu waktu itu," terang Risma.

"Ada Pak Pram, Pak Mendagri dan Pak Hasto, tapi nggak dengar. Saya hanya bicara berdua. Saya sampaikan 'Bu kemarin pada waktu kampanye saya sudah janji kepada warga Surabaya tidak meninggalkan mereka'. Saya sampaikan begitu," lanjutnya.

Hingga saat ini, belum ada keputusan final apakah Risma akan bertahan dengan komitmennya untuk tetap memimpin Surabaya atau sebaliknya. Akankah dorongan PDIP yang begitu kuat untuk memajukan dirinya sebagai calon gubernur DKI bisa 'dilawan' oleh Risma? (dhn/dhn)


Berita Terkait