Terlibat Bom Thamrin, Terpidana Abdurahman Dikenakan Pasal Perencanaan Teror

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 09 Mei 2016 20:28 WIB
Lokasi bom Thamrin/ Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Dalam kasus Bom Thamrin awal tahun lalu, terpidana teroris Sulaiman Aman Abdurahman diduga berada di baliknya. Kepala BNPT Tito Karnavian mengatakan Abdurahman yang kini menjadi penghuni di Lapas Nusakambangan itu dikenakan pasal perencanaan teror.

Berkas kasus terduga teroris itu sebentar lagi akan P 21. Menurut Tito, posisi Abdurahman dalam kasus Bom Thamrin sudah cukup jelas. Sebab sudah ada banyak saksi dan keterangan yang menyatakan keterlibatan Abdurahman.

"Kita upayakan Juni selesai dan bisa P 21. Nggak ada kesulitan sih, sudah banyak saksi yang diperiksa, saya nggak hafal berapanya," ujar Tito di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (9/5/2016).

Dalam kasus terdahulunya, Abdurahman divonis hukuman 8 tahun penjara. Ia dihukum atas kepemilikan bahan peledak.

"(Seharusnya bebas) tahun 2018. (Sekarang dikenakan pasal) perencanaan (teror)," jelas Tito singkat.

"Masih ada waktu lah, nggak terlalu terburu-buru," lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Ia juga mengatakan agar masyarakat tak perlu khawatir terkait kasus Abdurahman ini sebab Polri terus membidik terpidana teroris tersebut agar sebelum bebas, keputusan pengadilan soal keterlibatan Abdurahman di Bom Thamrin sudah bisa ketuk palu.

"Kan dia sudah di dalam (penjara), nggak usah khawatir. Nggak terlalu terburu-buru juga kita periksanya," terang Badrodin pada kesempatan yang sama.

(elz/rvk)