Polisi Tangkap 8 Abege karena Mencuri di Kios Arloji, Kerugian Rp 22 juta

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 09 Mei 2016 18:01 WIB
Foto: REUTERS/Dario Pignatelli
Pekanbaru - Sekelompok anak baru gede (ABG) atau remaja berusia belasan tahun di Kabupaten Kuansing Riau, berurusan dengan pihak kepolisian setempat. Ada 8 anak di bawah umur membongkar toko arloji.

Demikian disampaikan, Kapolres Kuansing, AKBP Edi Sumardi kepada wartawan, Senin (9/5/2016). Edi menjelaskan, para pelaku membongkar toko arloji di di pasar rakyat di lantai dua di Kecamatan, Kuantan Tengah, Kuansing.

"Para pelaku kini sudah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka," kata Edi.

Kasus pembongkaran toko arloji di pasar tradisional ini terjadi pada 24 April lalu. Pemilik kios  Doni  Suheri (27) pagi hari melihat kondisi gembok kiosnya sudah rusak.

"Setelah dicek ke dalam, ternyata tempat penyimpanan arloji kondisinya sudah pecah. Ad 26 arloji yang tersimpan hilang dengan nilai kerugian sekitar Rp 22 juta," kata Edim

Dari sana, kasus ini dilaporkan ke Polsek setempat. Atas laporan itu pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait pencurian tersebut. Pada 5 Mei, pihak pihak kepolisian mendapat info adanya penjualan arloji.

"Dari informasi tersebut, lantas terlacak identias penjual arloji inisial GR. Tim lantas melakukan pembuntutan," kata Edi.

Setelah dilakukan pelacakan, lanjut Edi, pelaku GR (16) akhirnya ditangkap pada 8 Mei. Dari tangan tersangka disita 23 arloji yang belum terjual.

"Dari pengakuan GR, ternyata aksi pencuriannya tidak dia sendiri. Melainkan melibatkan anak-anak di bawah umur lainnya. Tapi otak pelakunya GR" kata Edi.

Penangkapan terhadap GR, lanjut Edi, akhirnya menyeret 7 pelaku lainnya. Mereka DF (15),  JS (15), AA (15), GR (15), RS (15), PB 15), RS (16).

"Karena para pelaku anak di bawah umur, maka kita lakukan diversi dengan memanggil orang tua dan KPAID (komisi perlindungan anak Indonesia daerah) dan aparat pemerintah terkait lainnya," tutup Edi. (cha/dra)