Turnamen Golf Berhadiah Mobil, Panitia Munaslub Golkar: Saya Dapat Payung

Turnamen Golf Berhadiah Mobil, Panitia Munaslub Golkar: Saya Dapat Payung

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 09 Mei 2016 14:58 WIB
Turnamen Golf Berhadiah Mobil, Panitia Munaslub Golkar: Saya Dapat Payung
Zainudin Amali berbisik ke Agung Laksono (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Jelang Munaslub, sejumlah elite Partai Golkar mengikuti turnamen golf yang kabarnya berhadiah mobil mewah. Ikut dalam turnamen itu, Ketua Panitia Penyelenggara Munaslub Zainudin Amali membantah acara diinisiasi oleh salah satu caketum Golkar.

"Nggak, itu (penyelenggaranya) Forum Komunikasi DPD. Kan Novanto ada di Medan. Nggak ada caketum (yang main golf)," ungkap Amali usai menemui Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (9/5/2016).

Turnamen golf yang diadakan di Sentul tersebut dihadiri oleh Amali dan Ketua Komite Etik SC Munaslub Golkar Fadel Muhammad. Kabarnya, hadiah yang disediakan berupa mobil mewah seperti Pajero Sport dan Alphard.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak ada yang dapet. Wong susah. Tadinya saya berharapnya bisa dapet. Saya main. Hadiahnya nggak begitu-begitu, cuma dapat payung," kata Amali.

Turnamen Golf tersebut menurutnya hanya sekadar ajang silaturrahmi kader Golkar saja. Kehadiran Fadel juga disebut Amali sekaligus untuk memantau para pengurus DPD Golkar agar tak ada yang main mata jelang munaslub.

"Main biasa aja. Silaturahmi. Kan ada Pak Fadel ketua etik. Nggak ada soal apa-apa. Kan biasa setiap rapat dan setiap apa sebelumnya itu kita main," tuturnya.

"Nggak apa-apa (ada turnamen golf jelang munaslub). Karena Ketua Komite Etik juga datang kok. Sekalian memantau, ada nggak yang main-main. Pak Idrus juga ada," lanjut Amali.

Permainan golf di lingkungan elite partai berlambang pohon beringin tersebut ternyata merupakan hal yang biasa. Bahkan Wapres Jusuf Kalla yang merupakan kader senior Golkar rutin melakukannya.

"Ya tergantung siapa yang mau main. Kalau nggak ada ya nggak.Β  Biasa aja. Tiap harikan mereka juga main antara mereka. Kadang nemenin Pak JK. Beliau rajin, di Senayan ya. Pak JK seminggu sekali. Yang nemenin siapa saja yang sempat. Nggak ada patokan," beber Amali.

Sebelumnya diberitakan, informasi soal turnamen golf sudah diterima komite etik pada Rabu (4/5) lalu. Komite etik akan bergerak bila menemukan adanya politik uang.

"Pertandingan biasa bikin begitu, itu asuransi yang ngasih. Tiada ada yang terima hadiahnya. Kita memantau di Sentul. Itu diadakan oleh Ketua DPD I," terang Fadel, Senin (9/5). (ear/tor)


Berita Terkait