"Di lokasi, kita menemukan bungkusan obat resochin, muntahan korban dan satu unit telepon genggam. Diduga bunuh diri," kata Kapolsekta Medan Helvetia Kompol Hendra dalam keterangannya, Senin (9/5/2016).
Hendra menyatakan, jenazah ditemukan pertama kali oleh seorang cleaning service bernama Sri pada pagi tadi. Saat itu, Sri menemukan Ratna sudah tak bernyawa.
Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Polisi yang mendapatkan informasi tersebut langsung menuju ke lokasi. Jenazah lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.
"Di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Barang bukti sudah kita sita," terang Hendra.
Keluarga yang mengetahui kematian korban langsung menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Tante korban, Lina yang tiba di RS Bhayangkara tampak terus menangis.
"Saya dapat kabar ini dari dosennya Ratna, makanya langsung saya kemari. Kemarin dia sehat-sehat saja. Hari ini harusnya dia (Ratna) ada praktek di Seribu Dolok (Simalungun)," kata Lina.
Polisi belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Saat ini, petugas masih melakukan penyelidikan terkait hal itu (trw/trw)











































