Mahfud MD Soal Permintaan Maaf Saut: Kalau Sudah Minta Maaf ya Selesai

Erwin Dariyanto - detikNews
Senin, 09 Mei 2016 12:40 WIB
Mahfud MD saat berkunjung ke kantor detikcom, Jakarta, (28/03/2016). (Foto: Reno/detikcom)
Jakarta - Ketua Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) Mahfud Md mengaku sudah mengetahui permintaan maaf dari Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang. Mahfud yang saat ini tengah menjalankan ibadah umrah mengaku memantau perkembangan pernyataan Saut tersebut dari media.

Secara  pribadi, Mahfud mengaku bisa menerima permintaan maaf Saut tersebut.  Dengan permintaan maaf itu, maka kasus Saut yang menyebut kader HMI dekat dengan budaya korupsi selesai. "Saya pribadi, kalau (Saut) sudah minta maaf ya sudah selesai," kata Mahfud saat dikonfirmasi detikcom, Senin (9/5/2016).

Namun, Mahfud belum bisa menjelaskan sikap resmi MN KAHMI. Mahfud sejak pekan lalu hingga saat ini masih di tanah suci untuk menjalankan ibadah umrah. Dia mengaku hanya memantau kasus tersebut melalui media sosial dan tak ikut mengkoordinir sikap resmi organisasi, MN KAHMI.

"Saya tidak mengkoordinir sikap teman-teman (MN KAHMI). Saya serahkan sikap resmi organisasi kepada teman-teman di Jakarta," kata Mahfud.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang meminta maaf ke Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Saut meminta maaf terkait pernyataannya di sebuah stasiun TV yang menyebut kader HMI ketika sudah menjadi pejabat publik dekat dengan budaya korupsi.

"Terkait dengan pernyataan di acara di sebuah stasiun TV pada Kamis 5 Mei, ada menyebut nama HMI. Maka dari itu saya perlu memberikan klarifikasi," kata Saut di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (9/5/2016).

Saut menjelaskan, dirinya tidak bermaksud menyebut kader HMI yang sudah menjabat di jabatan publik dekat dengan korupsi. Dia mengaku pernyataannya itu di luar kontrol pikirannya.

"Saya mohon maaf atas pernyataan saya tersebut. Saya menyampaikan itu di alam bawah sadar saya. Kami percaya, HMI sebagai salah satu penggerak aktivis mahasiswa di Indonesia bisa menjadi mitra KPK untuk memberantas korupsi,"kata Saut.

(erd/dra)