JK: Paham Radikal Itu Menyimpang, Tugas Ulama untuk Mengubahnya

JK: Paham Radikal Itu Menyimpang, Tugas Ulama untuk Mengubahnya

Ray Jordan - detikNews
Senin, 09 Mei 2016 12:27 WIB
JK: Paham Radikal Itu Menyimpang, Tugas Ulama untuk Mengubahnya
Wapres JK/ Foto: Ferdinan/Detikcom
Jakarta - Jakarta menjadi tuan rumah acara International Summit of Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Gedung JCC, Senayan, yang dihadiri oleh para ulama dari 40 negara. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang membuka acara yang digagas PBNU itu mengatakan, para ulama berperan besar dalam mengubah cara berpikir seseorang.

Menanggapi isu radikalisme dan terorisme yang belakangan makin marak terjadi, JK mengatakan itu adalah cara berpikir yang salah.

"Radikal itu pemikiran yang menyimpang, yang keras, karena itu pikiran hanya bisa diubah dengan cara berpikir yang benar," kata JK di Gedung JCC Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara Isomil


"Maka dari itu, cara berpikir yang baik dan benar itu tugas para alim ulama," tambah JK.

JK mengatakan, ada dua jenis paham radikal yaitu radikal dalam bertindak dan dan dalam berpikir.

"Radikal berpikir tak bisa diubah kecuali dengan dakwah. Tapi kalau radikal yang bertindak itu saya kira enggak membesar, tak jadi besar di Indonesia," kata JK.

Meski demikian, kata JK, selain ulama, pemerintah juga harus berperan aktif untuk mencegah dan menyadarkan orang-orang dari paham radikal.

"Tentunya menyadarkan mereka dan menindak jika sudah memunculkan konflik atau melakukan pidana," kata JK. (jor/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads